PTM di Poigar Pakai Sistem Berkelompok, Guru Lebih Inovatif

PTM di Poigar Pakai Sistem Berkelompok, Guru Lebih Inovatif
Kepala SMP Negeri 3 Poigar, Sem Wokas mengawasi PTM berkelompok. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pembelajaran tatap muka (PTM) tidak harus di sekolah, rumah pun bisa. Seperti yang dilakukan SMP Negeri 3 Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Menurut Kepala SMP Negeri 3 Poigar Sem Wokas, karena ada surat edaran dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) agar tidak ada PTM di sekolah, akhirnya dia memberlakukan sistem kelompok.

Artinya, siswa tetap PTM tetapi di salah satu rumah siswa. Para siswa dibagi per kelompok berdasarkan tempat tinggal.

"Jumlahnya tiga sampai lima siswa yang rumahnya berdekatan kemudian berkumpul di satu rumah. Gurunya mendatangi masing-masing kelompok tersebut," kata Sem Wokas kepada jpnn.com, Kamis (22/7).

Dia menyebutkan, masing-masing kelompok mendapatkan kesempatan belajar bersama guru kunjungnya 40 menit.

Diakui Sem, cara tersebut cukup membuat guru repot. Karena mereka harus mengajar dari pagi sampai sore.

"Sebenarnya waktu belajar cuma 40 menit tetapi karena gurunya harus mendatangi sekitar enam sampai tujuh kelompok setiap harinya makanya sedikit menyulitkan guru," katanya.

Sem menambahkan, sekolah yang dipimpinnya sebenarnya berada di zona hijau. Namun, dirinya tidak berani melanggar ketentuan gubernur untuk menunda PTM di sekolah.

SMP Negeri 3 Poigar menerapkan PTM berkelompok selama tahun ajaran baru sama seperti semester ganjil 2020.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News