Pulangkan Eks Gafatar Gampang, Cuci Otaknya yang Susah

Pulangkan Eks Gafatar Gampang, Cuci Otaknya yang Susah
Eks Gafatar meninggalkan kamp di Kalbar pascapembakaran oleh massa beberapa waktu lalu. Foto: dok jpnn

jpnn.com - DENPASAR - Memulangkan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke daerah asal, sangat gampang. Namun mengembalikan pola pikir masyarakat untuk meninggalkan ajaran yang ada, diakui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, bukan pekerjaan mudah.

Karena itu tidak heran, sampai saat ini masih ada warga-warga eks Gafatar yang belum dapat dipulangkan ke daerah masing-masing. Sebab membutuhkan proses yang cukup panjang. "Memulangkan Gafatar gampang, mencuci otak susah," ujar Tjahjo, Kamis (17/3).

Menurut Tjahjo, proses cukup sulit karena para anggota Gafatar yang direkrut dan diajak meninggalkan kampung halaman, sebelumnya telah melalui proses cukup otak tahap tinggi. 

"‎Jadi sudah masuk tahap tinggi. Karena ada yang sampai dengan kesadarannya  jual tanah. Sudah mulai fase keempat," ujarnya.

Agar peristiwa yang sama tak kembali terulang, Tjahjo meminta para kepala daerah hingga tingkat RT/RW benar-benar meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi hal-hal tak diinginkan di lingkungannya.

Mantan Sekjen PDIP meminta hal tersebut, karena saat ini katanya, aparat kepolisian juga cukup repot mengawasi para simpatisan ISIS di tanah air. 

"‎Sekarang kepolisian pusing, ada sekitar 400 simpatisan ISIS dan tokohnya ada sekitar 50 orang. Itu diawasi kepolisian. Mau sampai kapan. Ini faktor-faktor yang sangat rawan," ujar Tjahjo.(gir/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News