Puluhan Pilot Australia Bekerja Menerbangkan Pesawat Drone Bersenjata Milik Inggris di Timur Tengah

Puluhan Pilot Australia Bekerja Menerbangkan Pesawat Drone Bersenjata Milik Inggris di Timur Tengah
Personel militer Australia ditempatkan di unit sistem udara tidak berawak di Inggris dan Amerika Serikat. (ABC News: Emma Machan)

Ditempatkannya para pilot Australia dalam menerbangkan pesawat drone MQ-9A Reaper milik Inggris dianggap sebagai pengalaman pelatihan yang berguna bagi Angkatan Udara Australia namun sekarang masa depannya jadi tidak menentu.

Departemen Pertahanan Australia menolak menyebutkan dampak dari dihentikannya proyek SkyGuardian terhadap pertukaran pilot dengan Inggris, namun ABC mendapat laporan dari departemen tersebut bahwa mereka masih melakukan kajian.

Partai oposisi Partai Buruh mengatakan akan mempertimbangkan untuk melanjutkan proyek tersebut yang akan membeli pesawat drone dari Amerika Serikat bila mereka menang pemilu yang akan diselenggarakan bulan Mei mendatang.

Di tahun 2015 dilaporkan bahwa dua teroris terkenal asal Australia Khaled Sharrouf dan Mohamed Elomar tewas dalam serangan drone ketika keduanya bergabung dengan jaringan Negara Islam (IS) di Irak.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.p


Departemen Pertahanan Australia untuk pertama kalinya mengakui jumlah pilot Angkatan Udara mereka yang ditempatkan di Inggris dalam misi rahasia mengoperasikan pesawat drone bersenjata di Timur Tengah


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News