JPNN.com

PWI Mengingatkan Masyarakat Mengonsumsi Air Minum yang Layak dan Sehat

Selasa, 20 April 2021 – 05:15 WIB
PWI Mengingatkan Masyarakat Mengonsumsi Air Minum yang Layak dan Sehat - JPNN.com
Ketua PWI Atal S Depari saat membuka kegiatan Kelas Jurnalis “Peran Media dalam Mengedukasi Masyarakat Mengenai Prilaku Hidup Bersih Melalui Pemahaman Air Minum Terstandarisasi”. Foto: tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menaruh perhatian khusus terhadap isu kesehatan terutama soal konsumsi air minum layak untuk masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua PWI Atal S Depari saat membuka kegiatan Kelas Jurnalis “Peran Media dalam Mengedukasi Masyarakat Mengenai Prilaku Hidup Bersih Melalui Pemahaman Air Minum Terstandarisasi”.

Kegiatan ini digelar hasil kerja sama PWI dan Alodokter. Menurut Atal, media massa memiliki peran penting untuk memberi edukasi masyarakat terkait konsumsi air minum yang layak untuk kesehatan.

"Melihat fakta di lapangan, masih banyak masyarakat yang mengonsumsi air minum dari sumber air yang tidak terlindungi. Seperti pengisian air minum dari prdusen tidak terpercaya, sumur dan air pompa," ujar Atal.

Dia mengatakan semua kalangan harus mengambil peran untuk memberi edukasi bagi masyarakat terkait air minum yang layak dan sehat. Bukan hanya dari kerja pemerintah.

 Atal mengatakan isu air minum menjadi sangat penting setelah melihat kondisi lingkungan masyarakat saat ini yang tinggal di sekitar sumber air dekat area limbah dan tanah dangkal. Ini menjadi ancaman tersendiri untuk kehidupan masyarakat Indonesia. Terutama untuk anak-anak.

"Air yang tidak layak mengandung bkteri ecoli yang berbahaya bagi tubuh dan meningkatkan kasus diare di Indonesia sejak 2013-2018. Ini juga menjadi salah satu penyebab kematian nomor dua untuk anak-anak di bawah 5 tahun," sambung Atal.

 Dia berharap kegiatan kelas jurnalis dengan tema air yang layak itu bisa menjadi pintu masuk edukasi bagi masyarakat. Termasuk menyokong perbaikan kesehatan masyarakat lewat ajakan dengan nilai-nilai baik.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...