Soal Penyebab Kematian Jurnalis Situr Wijaya, PWI dan AJI Buka Suara
jpnn.com, SIGI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu buka suara soal penyebab kematian Situr Wijaya di Jakarta pada Jumat (4/4).
PWI dan AJI menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Dua organisasi profesi tersebut akan melakukan pendampingan terhadap kasus Situr Wijaya yang meninggal mendadak di salah satu hotel yang ada di Jakarta.
"Dalam kesempatan ini juga kami perlu klarifikasi bahwa kami fokus mengupayakan pemulangan jenazah almarhum dikebumikan di kampung istrinya. Sampai saat ini pihak keluarga belum pernah menunjuk ataupun memberi kuasa kepada siapapun dalam penanganan perkara kematian almarhum," kata anggota PWI Sulteng Heru seusai pemakaman almarhum di Desa Bangga, Kabupaten Sigi, Minggu.
Dia mengatakan organisasi profesi wartawan masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Istri almarhum berpesan bahwa jika nanti kemudian hasil otopsi itu ternyata adalah penyebabnya medis, maka seluruh proses ini kami tutup. Tetapi jika ditemukan hal-hal yang melanggar hukum kami akan tindaklanjuti," ujarnya.
Heru menjelaskan jenazah Situr Wijaya tiba di Desa Bangga, Kabupaten Sigi, pada Minggu (6/4) pagi.
Sejumlah rekan sejawat, kerabat, dan keluarga, kemudian mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Teka-teki penyebab kematian jurnalis Situr Wijaya masih menjadi tanda tanya. Hasil autopsi belum keluar.
- IKJ 2025 Turun, 67% Jurnalis Indonesia Mengaku Pernah Alami Kekerasan
- Hari Pers Nasional, Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa
- Jurnalis Sampaikan 8 Poin Deklarasi Pers Nasional 2026, Silakan Disimak
- AI Tidak Boleh Gantikan Jurnalis Manusia, Tetapi Hanya Alat Bantu
- PWI Akhirnya Umumkan Para Juara AJP 2026, Ini Daftarnya
- Alhamdulillah, Sekarang PWI Sudah Kompak dan Bersatu
JPNN.com




