JPNN.com

Raider Siak Siap Rebut Juara Asia

Rabu, 05 November 2014 – 10:51 WIB Raider Siak Siap Rebut Juara Asia - JPNN.com

VENUE BMX berstandar internasional dan terbaik di Indonesia menjadi  bukti Pemkab Siak memiliki komitmen pembangunan yang baik di bidang olahraga. Tak hanya venue, atlet pun telah disiapkan melalui pembinaan yang intens.

Di ajang balap sepeda Asian BMX Champion, empat pembalap (raider) Siak siap menguji kepiawaian di sirkuit BMX. Mereka adalah Hendri Syamsuar, Fikri Dewa Sambodo, Muhammad Tegar Alam Sani, Jodi Yuka Adi Pratama. Keempat pembalap ini sudah ditempa dan siap merebut kejuaraan bergengsi ini.
    
Dari segi jam terbang dan pengalaman bertanding, Fikri, Tegar dan Jodi sudah tak asing lagi. Berbagai gelar kejuaraan telah disandang di pundaknya baik itu kejuaraan tingkat nasional maupun Asia.
    
Aksi mereka ini sangat dinantikan khususnya warga Siak untuk meraih juara dan menyisihkan para raider dari negara luar.

"Saya yakin mereka mampu raih juara," ujar pelatih raider Siak, Satmoko.
    
event kejuaraan ini jadi momentum bagi raider khususnya untuk meraih tiket sebagai pra kualifikasi olimpiade 2016 mendatang di Rio Jenerio Brasil mendatang.
    
Tentunya bagi raider persaingan akan jadi kompetitif, mengingat mereka semua berambisi untuk naik peringkat di ajang olahraga tingkat dunia. Semua kerja keras dan bukti kemampuan raider nantinya jadi saksi sejarah di sirkuit BMX Siak ini.
    
Dalam sesi latihan, raider Siak Fikri mengatakan, kalau ia bersama timnya tampil maksimal. Bekas juara Asian Games ini, mengaku tak cukup sulit beradaptasi dengan sirkuit yang telah disiapkan sebagai arena pertandingan. Ia sudah familiar dan sudah bisa menyesuiakan.

"Sirkutnya bagus dan memang kelasnya untuk pembalap," ujar dia.
    
Selain itu, medan laga yang dibuat gundukan berbukti itu jadi tantangan sendiri khusunya bagi sesama raider yang menjajal kemampuan nantinya di sini.
    
Untuk persiapan, sebut dia sudah dilakukan secara maksimal. "Tinggal berdoa saja lagi," sebut dia sambil melanjutkan latihan.
    
Lain halnya dengan Tegar, di sirkuit ini, ia bisa lebih luas mengekspresikan diri untuk melakukan pertandingan, karena sirkuit tersebut selain berbadan lebar juga sangat memenuhi standar pertandingan.
    
Dari berbagai kejuaraan yang pernah diikuti baik lokal, nasional dan internasional, menurut penilainya ini sudah memenuhi kelayakan terutama bagi raider. Percaya atau tidak, para raider yang mengikuti sesi latihan mengakui, dan tak ada komplain dari mereka.

"Mereka hanya memaksimalkan kemampuannya saja," kata dia.
     
Menyadari sengitnya pertandingan nantinya, pembalap Siak sudah menyiapkan strategis khusus, dan itu akan terlihat saat bertanding.
    
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi event kejuaraan ini, digelar bukan pertandingan semata, melainkan ada yang dijadikan tujuan, bagaimana Siak ini sebagai destinasi wisatawan baik domestik maupun lokal. Upaya menarik wisatawan terus gencar dilakukan oleh Pemkab, baik dengan obyek yang telah ada serta pergelara event budaya dan sport tourism.
    
Untuk sport tourism, tahun ini saja dua kali digelar, yaitu Tour de Siak dan kejuaraan BMX Asia.
    
Kenapa Pemkab mau melakukan itu? Ini semua tak lepas bagai mana upaya Pemkab untuk melakukan sosialisasi dan promosi pada khalayak luas baik di negara sendiri juga luar negeri.
    
Dampak yang dirasakan dari pergelara event tersebut, sebut dia jangan ditanya, melainkan rasakan dan saksikan sendiri. Bahkan, pergelaran yang dilakukan ini sudah diambil momen oleh pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya, khususnya pelaku UMKM. Mereka rela datang berajuahan dari luar Siak dan Riau hanya semata-mata memanfaatkan event ini. Dari kalkulasi mereka, jika hal itu dirasakan tak menguntungkan, tentu mereka tak akan melakukan aktivitas tersebut.
    
Namun kenyataanya beda, mereka berulang kali dan hafal betul waktu penyelenggaraan event di Siak apapun jenisnya.
    
Dalam hal ini, selain meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemkab ingin diata dunia nama Siak terus dikenal. Lihat saja pasca-PON XVIII, seolah-olah nama Riau meredup setelah dipercaya kan tuan rumah. Bahkan tindaklanjut dari pesta olahraga nasional itu dinilai stagnan dan meredup.
    
Pemkab sendiri tak mengiginkan hal itu, melainkan berupaya untuk mengembangkan dan memajukan terus, terutama dalam pemanfaatan venue olahraga yang telah dibangun sebagai sarana pembinaan olahraga bagi atlet dan juga melahirkan atlet yang handal.

Di samping itu memberikan bukti nyata bahwa, denyut event yang digelar pasca-PON masih ada, dan tak mati suri.
    
Untuk balap sepeda, Pekab sendiri teleh berencana mengajukan pada pusat untuk dijadikan sebagai pusat pembinaan dan latihan bagi atlet, mengingat sarana dan prasarana yang tersedian sangat memadai.
    
Selain itu, khususnya bagi anak-anak Siak nantinya timbul motivasi jadi atlet olahraga yang nantinya bisa mewakili Siak dan Riau sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan.
    
Saat ini, dapat dilihat dan saksikan kabupaten/kota yang menggelar eventt Sport Tourism yang berskala nasional dan internasional, hanya Siak, yang lain belum, dan segera menggelar.

Tentunya dengan semakin banyak pergelaran event tersebut dapat jadi satu kesatuan yang dikemas dalam kalender pariwisata di Riau, sehingga sektor pariwisata bisa maju.
    
Ketua Pengkab ISSI Siak Yan Prana menabahkan, balap sepeda ini telah jadi gaya hidup bagi manusia. Lihat saja, berapa banyak komunitas sepeda yang ada di Riau maupun nasional.
    
Sepeda ini, secara tak langsung bisa dikeas sebagai event yang menarik terutama bagi masyarakat dan juga pecinta sepeda. Bahkan, lebih ekstrimnya lagi, balap sepeda ini disemua sektor, seperti infrastruktur jalan, pariwisata, kuliner, souvenir, promosi investasi, dan lainnya.
    
Ini karenakan, secara tak langsung mereka yang berdatangan ini tak hanya menyaksikan pertandingan semata, melainkan melirik potensi yang ada di Siak, dan juga mengetahui lebih jauh akan Siak yang kaya akan warisan budaya dan sejarah.
    
Beranjak dari hal itu, Pemkab telah melakukan terobosan sebagai upaya pengembangan sekotr pariwisata dan ekonomi kreatif lewat event Sport Tourim.
    
Sebagai contoh, Tour de France itu, setahun sebelum digelar sudah mendapat dukungan luar biasa dari pihak ketiga yang hendak mesukseskan lewat promosi yang dilakukan. Belum lagi saat pelaksanana, jutaan wisatawan berdatangan ingin menyaksikan yang membuat tempat penyelenggaraan itu jadi perhatian dunia.
    
Dalam hal ini, Siak akan berangkat menuju hal itu, tentunya tak dalam waktu dekat, ibarat kotak Pandora, yang siapa membukanya akan membuat kita terkesima.(alfiadi/RPG)

TAGS   siak

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...