Rani Syaefullah, Balita PSAB Sidoarjo, Penyandang Apert Syndrome

Sekarang Punya Jari untuk Hidup Mandiri

Rani Syaefullah, Balita PSAB Sidoarjo, Penyandang Apert Syndrome
CERIA: Rani Syaefullah (tiga dari kanan) dipangku Eny Heri Maryatun bersama teman-teman di PSAB Sidoarjo. Foto: Maya Apriliani/Jawa Pos

jpnn.com - Unit Pelayanan Teknis (UPT) Panti Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo merawat 53 balita. Sembilan di antaranya berkebutuhan khusus. Rani Syaefullah, salah seorang anak, menyandang apert syndrome, kelainan genetik penyebab abnormalitas tengkorak.

Laporan Maya Apriliani, Surabaya

"JANGAN kaget ya. Nanti kalau di tempat anak yang besar, tasnya pasti ditarik-tarik.” Pesan itu meluncur dari bibir Ilonkan Suksmawati, kepala UPT PSAB Sidoarjo, kepada Jawa Pos. Saat itu wartawan Jawa Pos memang akan beranjak ke ruang untuk anak berumur 2–5 tahun.

Pesan tersebut ternyata klop. Rabu pagi itu (29/10), anak-anak di ruangan tersebut langsung berebut menarik tas Jawa Pos. Sebagian mereka berupaya membuka ritsleting tas. Rasanya, balita-balita yang ditelantarkan orang tuanya itu memang penasaran dengan isi tas.

Kamera –meski lensanya kecil– juga tak luput dari rasa ingin tahu itu. Seorang bocah juga ingin mengambil gambar. Dia menarik tali kamera kuat-kuat. ”Anak-anak penasaran dengan hal baru. Rasa ingin tahunya tinggi,” lanjut Ilonka.

Rani Syaefullah, balita spesial tersebut, juga punya rasa penasaran tinggi. Tapi, dia lebih kalem. Terlebih, dia memang tergolong anak penurut. Saat diminta foto bersama, dia langsung bergegas mendekat pada Eny Heri Maryatun, salah seorang pegawai yang merawat mereka.

Rani duduk di atas tempat tidur, samping kiri Eny. Dia tersenyum. Setelah dijepret, Rani langsung menghambur untuk mengetahui potretnya. Saat diminta foto lagi, dengan cepat dia beringsut ke dekat Eny. ”Foto, foto...,” katanya lirih.

Rani jarang berlarian di ruangan. Hanya sesekali dia berkejaran dengan teman-temannya sambil membawa guling Piglet warna merah jambu. Saat temannya meminta kertas, Rani ikut antre. Bahkan, dia meminta bolpoin untuk menulis. Setelah itu, dia tengkurap, ndlosor di lantai. Rautnya serius saat mencoret-coret kertas.

Unit Pelayanan Teknis (UPT) Panti Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo merawat 53 balita. Sembilan di antaranya berkebutuhan khusus. Rani Syaefullah,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News