JPNN.com

Rano Karno Ingatkan Nurani Kemanusiaan Jangan Dikalahkan Syahwat Kekuasaan

Kamis, 24 November 2016 – 12:15 WIB Rano Karno Ingatkan Nurani Kemanusiaan Jangan Dikalahkan Syahwat Kekuasaan - JPNN.com

SERANG - Gubernur Banten nonaktif Rano Karno diam-diam mengangkat seorang siswi SMP Mathla'ul Anwar di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, bernama Siti Fadilah sebagai anaknya.

Sekitar delapan bulan yang lalu Siti mengendarai motornya dari rumah menuju sekolah. Siti perlahan menepi menyusuri tikungan dari arah rumahnya di Kampung Nangklak, Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Brak!!! Tak diduga. Sekonyong-konyong angkot menyasar motornya hingga Siti terpelanting. Musibah tak terhindar. Apa daya, bencana itu tak bisa ia tepis.

Peristiwa itu menyisakan luka mendalam. Kedua kakinya patah. Orang tua Siti telah berjuang sekuat tenaga mencari jalan terbaik untuk merawat dan mengobati Siti. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, Siti hanya bisa tergolek lesu di kursi roda.

Perlahan kondisinya kian memburuk. Kedua kakinya mengalami pembusukan. Hingga di suatu hari, satu tungkai kakinya terlepas sendiri akibat pembusukan yang terjadi. Kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga hanya merawat Siti di rumah.

Siti tak bisa melanjutkan sekolah. Perlahan ia mengubur semua mimpi, cita-cita, dan harapan. Ia menyaksikan sendiri kakinya remuk dan terus membusuk. Sementara satu tungkai kakinya terputus sendiri, kaki lainnya mengalami situasi serupa dengan luka terbuka yang terus merambat.

Hingga tiba di suatu ketika, Tuhan telah mempertemukan Siti Fadilah dengan Rano Karno pada medio Oktober 2016 lalu. Menyaksikan penderitaan Siti dan rasa sakit yang harus dirasakan selama berbulan-bulan, Rano serta merta meminta izin keluarga Siti untuk membawanya ke rumah sakit. Alhasil, kaki kiri Siti diputuskan harus diamputasi. Sementara kaki kanannya mesti ditanam pen.

Sudah berkali-kali Rano Karno menjenguk ke RSUD Banten tempat Siti dirawat dan memberi motivasi agar Siti bisa bangkit dari situasi terpuruk. Kepercayaan dirinya mulai kembali tumbuh. Harapan yang semula sirna kini bersemi kembali.

Biaya operasi tak lagi menjadi pikiran Siti dan keluarganya. Rano Karno mengambil alih tanggung jawab biaya perawatan selama Siti menjalani operasi di rumah sakit hingga beberapa bulan ke depan Siti menjalani physiotherapy. Termasuk membiayai kehidupan sehari-hari bagi orang tua Siti yang tak bisa bekerja karena ikut menunggu Siti di rumah sakit.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...