JPNN.com

Rapatkan Barisan Hadapi Pilkada Lamongan, Kartika-Sa'im Ngopi Bareng Gus Jazil

Minggu, 23 Agustus 2020 – 02:23 WIB
Rapatkan Barisan Hadapi Pilkada Lamongan, Kartika-Sa'im Ngopi Bareng Gus Jazil - JPNN.com
Wakil Ketua Umum DPP PKB yang juga Wakil Ketua MPR RI, H. Jazilul Fawaid SQ, MA. Foto: Humas MPR for JPNN.com

jpnn.com, LAMONGAN - Bakal calon pasangan bupati dan wakil bupati Lamongan yang diusung koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kartika Hidayati-Sa'im terus merapatkan barisan, menyusul deklarasi pencalonan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lamongan.

Sebagai upaya konsolidasi kemenangan, koalisi "hijau-merah" yang menamakan diri KarSa ini menemui Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid di kediamannya, Dusun Kureng, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur pada Jumat (21/8/2020) malam.

Kedatangan KarSa untuk menemui elite PKB yang juga Wakil Ketua MPR RI, selain untuk ngopi bareng, sekaligus menyolidkan kekuatan dan membahas strategi kemenangan dalam menghadapi Pilkada Lamongan yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kartika mengatakan deklarasi pencalonan pasangan KarSa yang dilakukan di GOR Lamongan pada Sabtu (15/8/2020) lalu, menjawab keraguan masyarakat terkait kepastian dirinya bersama Sa'im maju di Pilkada Lamongan mendatang.

Ketua PC Muslimat NU Lamongan ini mengatakan, dari survei internal yang dilakukan, sejauh ini dirinya masih memimpin dengan tingkat elektabilitas mencapai 35%. Namun, angka itu sempat turun satu digit menjadi 34% karena sempat ada kegamangan masyarakat atas kepastian dirinya maju di Pilkada Lamongan.

“Kita akan survei lagi bahwa suara-suara yang kemarin agak turun satu digit karena kegamangan masyarakat apakah benar rekom PKB itu ke Kartika, itu terjawab sudah. Dan, saya yakin akan kembali suara itu,” tuturnya.

Perempuan yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Lamongan ini mengatakan dirinya akan segera melakukan penguatan konsolidasi, termasuk di internal warga nahdliyin yang sempat agak berseberangan karena adanya nama lain yakni Sholahudin yang juga berebut rekomendasi dari PKB.

“Itu semua fastabiqul khoirot. Namanya pertandingan pasti ada ujungnya. Nah ujungnya rekomendasi PKB diberikan kepada Kartika, dan semuaya adalah warga nahdliyin, semuanya adalah ulama, semuanya adalah masyayikh, santri maka sudah sewajarnya mereka akan kembali untuk kebersamaan NU. Jadi saatnya NU memimpin untuk bangsa," tuturnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri