Selasa, 18 Juni 2019 – 01:44 WIB

Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor KPU Riau

Rabu, 01 Mei 2019 – 08:51 WIB
Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor KPU Riau - JPNN.COM

jpnn.com, PEKANBARU - Kecewa lantaran tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019, ratusan mahasiswa Universitas Riau melakukan aksi protes.

Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau itu mendatangi kantor KPU Riau, Jalan Gajah Mada, Senin (29/4).

Ada banyak persoalan yang disampaikan para mahasiswa disana. Utamanya adalah persoalan Pemilu 2019 yang baru saja dilaksanakan. Banyak dari kalangan mahasiswa mengaku tidak dapat pemilih. Padahal sebelumnya sudah mengurus formulir A5 sebagai syarat untuk pindah memilih.

Mensospol BEM UR M Hafiz Ona Hadi Putra menuturkan banyak mahasiswa yang dirugikan karena kehilangan hak pilih. Padahal jauh-jauh hari pihaknya sudah berupaya agar bisa memilih dengan mengurus formulir A5.

"Yang ngurus bersama BEM itu aja sekitar 800 mahasiswa. Tapi pada saat pemilihan 17 April 2019 lalu banyak yang melapor tidak bisa memilih. Karena surat suara habis. Petugas di TPS justru menyarankan kami untuk keliling sendiri cari TPS yang masih ada surat suara," sebutnya.

Setelah dicari TPS lain ternyata kondisinya sama. Surat suara habis. Hingga akhirnya para mahasiswa golput. Soal pemungutan suara ulang (PSU) atau pemungutan suara lanjutan (PSL), pihaknya baru mengetahui setelah mengklaririkasi langsung KPU Kota Pekanbaru. Dimana pemilih yang dapat diakomodir dalam PSU maupun PSL adalah mereka yang sudah terdaftar dalam daftar hadir atau C7. Namun sayangnya banyak dari kalangan mahasiswa yang tidak masuk.

"Karena di awal kami disarankan keliling sendiri cari TPS. Karena nyari-nyari sampai siang waktu habis sampai jam 13.00 WIB. Akhirnya tidak bisa terdaftar dalam C7. Harusnya kan diakomodir saja dulu dan didaftarkan kedalam daftar hadir. Ini enggak. Kami tentu enggak mau kehilangan hak suara," tegasnya.

Selain menuntut solusi karena sudah kehilangan hak suara, pihaknya juga meminta KPU agar segera menjelaskan segala macam persoalan yang terjadi paska pelaksanaan pemilihan. Mulai dari kesalahan input pada sistem hitung (situng) KPU, formulir C1 yang berbeda hingga isu keberpihakan KPU terhadap salah satu kontestan.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar