Ratusan Pekerja Bangunan China Mogok di Tasmania Karena Gaji Belum Dibayar

Lebih dari 100 pekerja bangunan asal China yang bekerja di Rumah Sakit Royal Hobart di Tasmania mogok kerja setelah muncul pertanyaan mengenai visa, gaji dan juga kualifikasi mereka.
Kevin Harkins dari serikat pekerja CFMEU mengatakan bahwa 120 pekerja itu merupakan pemegang visa asal China yang dipekerjakan oleh perusahaan asal Melbourne Accuracy Interiors.
Harkins mengatakan para pekerja tersebut belum mendapat bayaran selama enam sampai delapan minggu terakhir.
"Kami menemukan bahwa mereka belum dibayar selama beberapa minggu, sehingga kemarin kami campur tangan guna memastikan mereka dibayar." katanya.
"Kami juga mempertanyakan apakah mereka memegang visa yang benar, kami juga betanya apakah upah mereka benar, dan seluruh masalah yang berkenaan dengan pekerjaan mereka."
Harkins mengatakan mandor yang mengawasi para pekerja tersebut diperintahkan tidak bekerja hari ini dan para pekerja asal China itu mungkin mendapat kekurangan pembayaran sebesar $ 12 ribu (sekitar Rp 120 juta).

Harkins mengatakan 40 pekerja bangunan asal Tasmania yang dipekerjakan oleh perusahaan yang sama, tetap melanjutkan pekerjaan mereka.
- Industri Alas Kaki Indonesia Punya Potensi Besar, Kenapa Rawan PHK?
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Mungkinkah Paus Baru Datang dari Negara Non-Katolik?
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan