Senin, 25 September 2017 – 05:47 WIB

Ratusan Ton Ikan di Bendungan Wayrarem Mati Mendadak

Senin, 17 Juli 2017 – 13:14 WIB
Ratusan Ton Ikan di Bendungan Wayrarem Mati Mendadak - JPNN.COM

jpnn.com, LAMPUNG UTARA - Ratusan ton ikan yang dibudidayakan petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Bendungan Wayrarem Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mati mendadak.

Akibat peristiwa tersebut, sekitar 200 ton ikan mas itu mabok dan mati mendadak. Sementara, para pengelola ikan kerambah mengalami kerugian sekitar Rp4 miliar.

Inca Pradika (37) salah seorang pemilik keramba di Desa Pekurun, mengatakan, penyebab kematian ratusan ton ikan tersebut dikarenakan buruknya cuaca beberapa hari terakhir.

"Ikan mulai mabuk Sabtu malam, sekitar pukul 20.00 Wib. Penyebabnya faktor cuaca yang sering berubah-ubah dan tidak menentu. Hujan panas, membuat ikan mabok dan akhirnya mati," ujar Incha seperti dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini.

Dia menerangkan, ikan mas miliknya berjumlah 25 keramba, berisikan 20 ton ikan mas siap panen mati sehingga dirinya mengalami kerugian sekitar sekitar Rp1,5 miliar. Selain itu, benih ikan yang baru ditebarnya juga ikut mati, sehingga menambah kerugian.

“Setiap kerambah, terdapat lima ton lebih. Seluruhya mati dan tidak ada yang di selamatka. Padahal, selama ini seluruh petani mengharapkan panen ikan tersebut, guna menunjang perekonomian keluarga," kata Incha, seraya mengatakan ikan mas yang mati sudah berusia 3-4 bulan.

Senada dikatakan Tami (43) pengelola kerambah lainnya. Menurutnya, akibat kejadian itu pihaknya menjual Rp5-10 ribu per kilogramnya. Sementara hari normalnya, ikan tersebut dibandrol Rp21-22 ribu perkilogram.

"Harga murah seperti itu saja, tidak keseluruhannya laku. Makanya, dari pada busuk, ikan itu saya bagikan di tetangga yang berada di kampung," keluh Tami, seraya membungkus ikan dengan kantung plastik diberikan kepada warga yang datang ke lokasi kerambah.

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini