Ratusan Ton Ikan di Danau Ranau Mati Mendadak, Dinas Perikanan Ungkap Penyebabnya

Ratusan Ton Ikan di Danau Ranau Mati Mendadak, Dinas Perikanan Ungkap Penyebabnya
Suasana keramba jaring apung di Danau Ranau Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Rabu (18/1/2023. FOTO ANTARA/HO-Dinas Perikanan Lampung Barat

jpnn.com, LAMPUNG BARAT - Ratusan ton ikan di Danau Ranau, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, mati mendadak pada (Selasa, 17/1).

Dinas Perikanan Lampung Barat, Provinsi Lampung menyatakan kematian ikan disebabkan kadar oksigen yang memburuk.

Namun, belakangan sudah mulai berkurang tepatnya sejak Rabu (18/1) 2023 setelah kadar oksigen kembali normal.

"Kemarin (Selasa, 17/1) di kawasan Lumbok Seminung hujan deras ya, dan kadar oksigen juga sudah mendekati normal, sehingga kematian massal ikan di Danau Ranau sudah mereda dan hampir tidak ada lagi," kata Sekretaris Dinas Perikanan Lampung Barat, Relegius Helman, di Liwa, Rabu.

Ia mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kadar oksigen yang sudah membaik.

Menurutnya, sudah ada beberapa pengelola keramba yang sudah memberi pakan ikan.

"Pengelola keramba sudah ada yang mulai memberi pakan ikan lagi karena kadar oksigen membaik," kata dia.

Pihaknya mengimbau agar para pembudi daya ikan keramba tetap waspada terhadap cuaca, dan kondisi air danau.

Ratusan ton ikan di Danau Ranau, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, mati mendadak pada (Selasa, 17/1).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News