Realokasi Anggaran Kemendikbud Rp 450 M untuk Perkuat RSP dan FK

Realokasi Anggaran Kemendikbud Rp 450 M untuk Perkuat RSP dan FK
RS Unair Surabaya. Foto: ngopibareng

jpnn.com, JAKARTA - Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengungkapkan, pihaknya telah merealokasi anggaran Rp 405 miliar.

Realokasi anggaran tersebut dilakukan untuk memperkuat Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Fakultas Kedokteran (FK) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam upaya pencegahan dan penanganan COVID-19.

Melalui program tersebut, kemampuan tes PCR (polymerase chain reaction) untuk COVID-19 secara nasional diharapkan bertambah hingga bisa memenuhi target Presiden Jokowi sebesar 15 ribu sampel per hari secara nasional.

Nizam mengapresiasi salah satu perguruan tinggi yang aktif melalukan pemeriksaan sampel COVID-19 yaitu Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) yang memiliki kapasitas 3.000 sampel per hari dan sejauh ini telah memeriksa sebanyak 33 ribu lebih spesimen COVID-19.

Nizam mengatakan FK Unand merupakan salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan reagen test sample dan APD (alat perlindungan diri) dari Ditjen Dikti Kemendikbud.

“Upaya pencegahan melalui tes PCR sangat penting dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia. Masyarakat harus mulai adaptasi kebiasaan baru agar dapat menekan penyebaran COVID-19,” ujar Nizam di Jakarta, Selasa (16/6).

Nizam menambahkan selama pandemi COVID-19 produktivitas pada lini kedokteran dan kesehatan di perguruan tinggi meningkat pesat.

Mulai dari publikasi ilmiah, pembelajaran, inovasi hingga pengabdian kepada masyarakat.

Kemendikbud melakukan realokasi anggaran untuk memperkuat Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Fakultas Kedokteran (FK) PTN dan PTS, sebagai upaya penanganan pandemi COVID-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News