Referendum Penuh Darah, Catalunya Makin Yakin Pisah

Referendum Penuh Darah, Catalunya Makin Yakin Pisah
Polisi Spanyol menghajar peserta referendum Catalunya. Foto: AP

Gara-gara referendum itu, pertandingan sepak bola antara FC Barcelona melawan Las Palmas akhirnya diadakan secara tertutup tanpa kehadiran suporter.

Beberapa pemain Barcelona menunjukkan dukungan untuk kemerdekaan Catalunya. Di antaranya, Gerard Pique dan Xavi Hernández yang mengunggah fotonya ketika memberikan suara.

Banyaknya korban luka membuat banyak pihak berang. Tidak terkecuali Wali Kota Barcelona Ada Colau. Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy diminta mundur saja dari jabatannya oleh Colau karena dinilai gagal bertanggung jawab atas sikap politisnya.

Kebijakan Rajoy membuat warganya terluka. Colau adalah salah seorang pejabat di Catalunya yang mendukung wilayah tersebut tetap bergabung dengan Spanyol. Dia meminta kebrutalan polisi segera dihentikan dan dilakukan dialog.

Pernyataan hampir senada dilontarkan anggota parlemen Israel Ksenia Svetlova yang mengamati referendum Catalunya. Ada 30 delegasi yang diundang pemerintah Catalunya untuk menjadi pengamat proses referendum.

Anggota Partai Zionist Union itu merasa shock dengan apa yang dilihatnya. Polisi memakai peluru karet kepada massa yang bahkan tidak membawa senjata apa pun.

Menurut dia, peluru yang ditembakkan polisi bisa menembus kepala demonstran. Dia tidak pernah menyangka melihat pemandangan tersebut di negara Eropa.

’’Saya melihat orang berdarah dan terluka di lokasi,’’ ungkapnya. Padahal, awalnya dia berharap melihat proses demokrasi yang dewasa di Spanyol. Termasuk menghormati keinginan penduduk untuk memberikan suaranya.

Referendum Catalunya tak berjalan mulus, bentrokan terjadi di mana-mana

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News