Refleksi HUT ke-76 RI, Alumni Kelompok Cipayung: Cegah Ancaman Brain Drain

Refleksi HUT ke-76 RI, Alumni Kelompok Cipayung: Cegah Ancaman Brain Drain
Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Hermawi Taslim (kiri) pada acara rangkaian Renungan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Jakarta, Rabu (18/8/2021), yang digelar organisasi alumni Kelompok Cipayung. Foto: Dok. Alumni Kelompok Cipayung

Adapun selain Forkoma PMKRI, organisasi Alumni Kelompok Cipayung yang dideklarasikan pada 22 Januari 1972 itu juga meliputi Korps Alumni HMI (KAHMI), Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI), dan Perkumpulan Senior GMKI (PS GMKI).

Setiap organisasi dalam kelompok Cipayung sendiri sudah melakukan kaderisasi rutin sejak tahun 1950-an hingga saat ini seiring dengan berdirinya masing-masing organisasi tersebut.

Sementara itu, Akbar Tanjung secara khusus menegaskan Kelompok Cipayung merupakan wadah kaderisasi generasi muda Indonesia dalam mencapai tujuan berbangsa, bernegara dan  bermasyarakat.

Kelompok Cipayung sebagai miniatur Indonesia hendaknya senantiasa tetap dalam koridor dan semangat Indonesia yang Dicita-citakan.

“Semangat Kelompok Cipayung senantiasa tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus serta menjadi cerminan bagi semua elemen bangsa Indonesia,” ujar mantan Ketua Umum PB HMI yang pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara ini.

Terkait dengan pandemi Covid-19, Menteri Sekretaris Negara Pratikno ketika memberikan keynote speaker menegaskan pentingnya memperkuat kepublikan, kemandirian, dan mempererat soliditas bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 merupakan momentum yang menguji, mengajarkan dan mengasah rakyat Indonesia. Dalam konteks Indonesia, komitmen kepublikan itu ditunjukkan dengan perlunya gotong royong, semangat koperasi dan berbagai hal lainnya yang digerakan secara bersama-sama.

“Kelompok Cipayung dan alumninya merupakan salah satu bagian dari bangsa Indonesia untuk memperkuat semangat kepublikan dan kebersamaan menghadapi pandemi saat ini,” ujar Taslim.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Taslim menegaskan antisipasi perlu terhadap ancaman brain drain karena beberapa negara tetangga lain sudah melakukan rekrutmen bagi generasi muda Indonesia sejak beberapa tahun lalu.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News