Refly Harun: Elit Cenderung Jadi Sumber Konflik Pemilukada

Refly Harun: Elit Cenderung Jadi Sumber Konflik Pemilukada
Refly Harun: Elit Cenderung Jadi Sumber Konflik Pemilukada
JAKARTA - Pengamat hukum tata negara, Refly Harun mengatakan konflik yang terjadi dalam proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) umumnya disebabkan oleh elit yang cenderung menghalalkan berbagai cara untuk memenangkan sebuah Pemilukada.

"Konflik Pemilukada umumnya bersumber dari elit yang cenderung menghalalkan berbagai cara untuk menang," kata Refly Harun, saat jadi pembicara dialog DPD bertema "Menciptakan Pemilukada Damai", di gedung DPD, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (12/8).

Yang namanya rakyat, lanjut Refly, jauh lebih cerdas dan dewasa dalam menggunakan hak-hak dan kewajibannya dalam sebuah Pemilukada. "Termasuk untuk tidak menggunakan hak memilih karena alasan tidak satupun diantara calon yang dapat dia percaya," ungkap Refly.

Menurut dia, terjebaknnya para elit untuk menggunakan berbagai cara agar Pemilukada dimenangkannya merupakan konsekuensi dari mahalnya ongkos politik. "Ongkos Pemilukada di Indonesia sangat-sangat mahal dan tidak masuk akal hingga semua kandidat rugi besar kalau mengalami kekalahan," tambahnya.

JAKARTA - Pengamat hukum tata negara, Refly Harun mengatakan konflik yang terjadi dalam proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) umumnya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News