Reformasi PSSI Belum Selesai

Reformasi PSSI Belum Selesai
Pengamat Sepak Bola Akmal Marhali menjadi pembicara pada diskusi PSSI Main Bola Lagi di Jakarta, Sabtu (14/5). FOTO: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Pencabutan sanksi pemerintah kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang diikuti pencabutan hukuman FIFA kepada Indonesia ternyata tidak disambut positif beberapa pihak.

Pengamat sepak bola sekaligus penggiat Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai proses perbaikan tata kelola reformasi sepak bola nasional, belum sepenuhnya selesai.

Contohnya adalah masalah klub yang selama ini masih bersengketa secara hukum, masih menjadi persoalan sampai saat ini. Salah satu buktinya adalah belum bisa tampilnya Persebaya Surabaya yang asli.

Sementara, klub yang bukan Persebaya berganti nama, kemudian bisa tampil di level teratas. Begitu juga dengan Arema Indonesia. 

Di sisi lain, permasalahan di internal organisasi PSSI juga belum selesai, ada klub yang ingin KLB, tapi pengurus-pengurus yang merupakan wajah lama, masih berkuasa dan ingin mempertahankan kekuasaannya.

Ada beberapa saran yang diberikan oleh pengamat yang dulunya mantan wartawan sepak bola ini. Berikut petikan wawancara JPNN Muhammad Amjad dengan Akmal Marhali. 

Menurut Anda, pencabutan sanksi ini efeknya positif atau tidak? 

Positif atau negatif sangat subyektif. Dari mana memandang dan bagaimana sudut pandangnya. Seperti halnya offside dalam permainan sepak bola. Offside atau tidak itu tergantung kepada subyektifitas wasit. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News