Rektor UMJ Resmi Jadi Guru Besar Politik, Ketum Muhammadiyah Sampaikan Pesan Begini

Rektor UMJ Resmi Jadi Guru Besar Politik, Ketum Muhammadiyah Sampaikan Pesan Begini
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Politik. Foto dok. UMJ

"Kami dalam berbagai hal memang harus memperkuat kekuatan-kekuatan yang didukung oleh sayap Islam moderat. Ini menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas UMJ untuk mencerdaskan umat dan kehidupan bangsa," tutur Mu'ti.

Hal senada disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah III Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc. Menurutnya pengukuhan Prof. Ma'mun merupakan prestasi dan kebanggaan bagi LLDIKTI Wilayah 3. 

"Prof. Ma'mun telah membuktikan kemampuan, keahlian dan kontribusi luar biasa dalam bidang ilmu politik," ujarnya.

Toni menuturkan Ma'mun adalah akademisi yang layak dijadikan teladan bagi anak bangsa karena dapat memadukan dunia akademis, aktivis, dan pesantren. Terlebih saat ini telah menyandang gelar Guru Besar yang memiliki peran penting sebagai bagian dari penentu arah kehidupan bangsa.

Dia mengatakan dunia politik Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan dan persoalan kompleks seperti korupsi dan lain-lain.

Oleh karenanya dibutuhkan peran Guru Besar untuk turut serta dalam mengupayakan politik berkeadaban agar menghasilkan pemimpin berkualitas dan jujur.

Lebih lanjut, Toni mengharapkan agar gelar Guru Besar dapat mendorong semangat Ma'mun untuk berperan dalam mengupayakan perubahan pelembagaan demokrasi di Indonesia ke arah yang lebih baik. 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir yang hadir di acara pengukuhan menyatakan bahwa orasi ilmiah Prof. Ma'mun bertajuk Dialektika Islam dan Pancasila: Dari Ideologi Menuju Aktualisasi, menegaskan kembali bahwa Indonesia adalah negara Pancasila.

Rektor UMJ dikukuhkan sebagai Guru Besar, mendapatkan pesan Ketum PP Muhammadiyah dan didoakan UAH (Ustaz Adi Hidayat)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News