Rencana Moeldoko Memerkarakan ICW Disebut Respons yang Tepat

Rencana Moeldoko Memerkarakan ICW Disebut Respons yang Tepat
Dokumentasi - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW) Nova Andika memuji rencana Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) HKTI menempuh jalur hukum terhadap Indonesia Corruption Watch (ICW).

Nova menilai rencana tersebut merupakan bentuk respons yang tepat dan bertanggung jawab terhadap tudingan ICW yang sebelumnya mengaitkan Moeldoko dengan promosi dan distribusi salah satu obat COVID-19, yakni Ivermectin.

"Saya kira menempuh jalur hukum merupakan bentuk langkah yang tepat. Karena tudingan itu sepertinya tidak memiliki dasar yang kuat sehingga sangat mencurigakan," ujar Nova dalam keterangannya, Sabtu (24/7).

Nova kemudian mencoba menelaah tudingan ICW yang mengaitkan Moeldoko dengan PT Harsen, produsen ivermectin.

Putri bungsu Moeldoko, Joanina Novinda Rachma disebut mengenal sosok Sofia Koswara yang merupakan pemilik PT Harsen Laboratories.

"Ini kan tidak memiliki dasar yang kuat sehingga sangat mencurigakan. Langsung menarik kesimpulan padahal tak ada premis-premis pendukung lain. Jadi tidak jelas, bahkan lemah dan tak memungkinkan untuk langsung mengambil kesimpulan seperti itu,” katanya.  

Nova juga menilai ICW mengabaikan fakta bahwa yang diperkenalkan Moeldoko dengan niat baik untuk melawan pandemi Covid-19 adalah Ivermectin.

Menurut Nova, Moeldoko memperkenalkan Ivermectin sebagai obat COVID-19 tanpa menyebut nama perusahaan PT Harsen.

Ivermectin sendiri merupakan obat generik yang juga diproduksi oleh BUMN Indofarma.

Rencana Moeldoko memerkarakan ICW disebut sebagai respons yang tepat dan bertanggung jawab.