Rerie: Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Covid-19 untuk Menekan Laju Kematian

Rerie: Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Covid-19 untuk Menekan Laju Kematian
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat atau Mbak Rerie soroti tingginya angka kematian akibat Covid-19. Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pemahaman masyarakat terkait virus Corona dan gejalanya harus terus ditingkatkan guna menekan angka kematian akibat Covid-19 di tanah air.

"Berbagai upaya agar masyarakat benar-benar memahami virus Corona dan gejalanya harus segera dilakukan untuk menekan angka kematian yang terjadi saat ini," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/8).

Catatan Kementerian Kesehatan pada Senin (2/8), kasus meninggal bertambah 1.568 kasus. Dalam tiga hari terakhir tingkat kematian akibat Covid-19 masih berada di kisaran 1.600-1.800- an kasus. Secara akumulasi, sudah 97.291 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Oleh karena itu, Mbak Rerie -sapaan Lestari- mengatakan upaya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana bila terpapar Covid-19, harus segera dan mendesak dilakukan.

Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah juga harus benar-benar mampu memberikan sosialisasi yang mudah dipahami oleh semua kalangan, agar pesan yang diharapkan sampai dan dipahami.

"Tingkat pemahaman masyarakat yang baik tentang virus Corona akan sangat membantu dalam kerja-kerja pengendalian Covid-19 yang sedang dilakukan saat ini," ucapnya.

Bila pemahaman masyarakat tentang Covid-19 sangat baik, dia optimistis upaya testing dan tracing, serta penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19 akan jauh lebih mudah dilakukan.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, upaya itu meningkatkan pemahaman masyarakat hendaknya melibatkan aparat pemerintah hingga perangkat desa, RT, RW untuk berkomunikasi intens sampai ke lingkungan keluarga.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pelibatan perangkat RT/RW dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya Covid-19.