Resepsi di Balai Pengobatan, Biaya dari Uang Saku

Resepsi di Balai Pengobatan, Biaya dari Uang Saku
Suud Ibrahim bin Haji Rahim dan Miftahul Jannah. Foto: Baehaqi/Jawa Pos.
Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan walimatulursh atau resepsi yang dihelat di Kantor Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPIH), Jl Sheikh Ash-Hasan Masahat, Kholidiyah. Acara ini sekaligus perpisahan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Makkah. Hadir antara lain Ketua PPIH Syairozi Dimyathi, Ketua BPHI Barita Sitompul, dan Kepala Daerah Kerja Makkah Subakin Abdul Muthalib.

"Ini kali pertama ada petugas haji Indonesia menikah di Makkah. Sejak 1986 sampai sekarang belum pernah ada," kata Syairozi yang juga konsul haji pada Konjen RI di Jeddah. Yang terjadi sebelumnya, cinta lokasi bersemi di tanah suci, pernikahan dilakukan di tanah air.

Suud adalah keturunan Bone, Sulawesi Selatan. Namun, dia lahir dan besar di Tobelo, Maluku Utara. Di Makkah, pria 25 tahun tersebut ditugaskan di tim kesehatan sektor 8 Bakhutmah. Sedangkan Miftahul Jannah asli Samarinda dan tinggal di Tarakan, Kalimantan Timur. Wanita 28 tahun tersebut bertugas sebagai apoteker di BPHI Kholidiyah.

Mereka bertemu saat pelatihan petugas haji di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta. Selama sepuluh hari pelatihan itulah muncul benih cinta yang kemudian tumbuh subur. Padahal, awalnya Suud menganggap Miftahul adalah wanita cerewet. Umurnya tiga tahun lebih tua dibanding dirinya. Namun di sisi lain, Suud menilai, Miftakhul juga pintar. "Agak sebel juga. Tapi, lama-lama berubah," katanya.

Suud Ibrahim bin Haji Rahim dan Miftahul Jannah adalah sama-sama petugas haji. Sejak mengikuti pelatihan di Jakarta, Suud sudah akrab dengan Miftahul.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News