Respons Aboe Bakar PKS Ihwal Yasonna Copot Dirjen Imigrasi Ronny Sompie

Respons Aboe Bakar PKS Ihwal Yasonna Copot Dirjen Imigrasi Ronny Sompie
Aboe Bakar Al Habsy. Foto: Humas DPR

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsy merespons langkah Menkum HAM Yasonna Laoly yang mencopot Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie dan Direktur Sistem Teknologi Informasi Keimigrasian, sebagai buntut dari polemik delayed data pelintasan Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta.

Aboe memahami barangkali Yasonna mencoba bertindak secara terbuka sehingga membentuk tim yang berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara, Bareskrim Polri, dan Ombudsman, untuk menyelidiki terjadinya kesimpangsiuran informasi yang disebabkan oleh delayed-nya sistem di Ditjen Imigrasi.

Namun, ujar Aboe, di sisi lain publik melihat bahwa Yasonna ikut serta dalam konferensi pers saat mengumumkan tim advokasi di PDI Perjuangan.

"Artinya pada kasus ini Yasonna dianggap memiliki konflik kepentingan. Meskipun beliau tidak masuk dalam tim advokasi, namun beliau yang membentuknya," ungkap Aboe, Rabu (29/1).

Politikus PKS itu mengatakan, logika publik tentunya akan berpikir ini terjadi keanehan. Sebab di satu sisi, Yasonna sebagai Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM membentuk tim advokasi. Namun, di sisi lain sebagai Menkum HAM membentuk tim investigasi.

"Pasti publik akan mempertanyakan kondisi ini, apa yang sebenarnya dicari oleh tim ini," ujar Aboe.

Menurut dia, akan lebih baik kalau tim investigasi itu bukan dibentuk oleh Menkum HAM. Bahkan, dia menyarankan akan lebih baik lagi bila Yasonna cuti supaya tidak terjadi konflik kepentingan.

"Akan lebih baik jika tim ini bukan dibuat oleh Menkum HAM atau barangkali Menkum HAM memilih mengajukan cuti untuk menghindari konflik kepentingan," kata Aboe.

Politikus PKS Aboe Bakar Al Habsy menyarankan Menkum HAM Yasonna Laoly mengajukan cuti setelah mencopot Dirjen Imigrasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News