Respons Dirut Kimia Farma Terkait Kedatangan Vaksin Sinopharm di Indonesia

Respons Dirut Kimia Farma Terkait Kedatangan Vaksin Sinopharm di Indonesia
Indonesia kembali kedatangan 1,4 juta dosis vaksin Sinopharm untuk vaksin gotong royong. Ilustrasi Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Vaksin Covid 19 jenis vaksin Sinopharm tiba di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891, Senin siang (19/7).

Sebanyak 1.184.000 dosis vaksin Sinopharm itu merupakan kedatangan tahap kelima di Indonesia.

"Vaksin Covid-19 produksi Sinopharm yang tiba dengan pesawat Garuda Indonesia ini adalah tahap kelima rangkaian kedatangan vaksin Sinopharm untuk vaksinasi Gotong Royong," kata Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo, Senin (19/7).

Kedatangan vaksin ini, lanjut Verdi, merupakan bentuk komitmen antara Kimia Farma dengan Sinopharm untuk mendatangkan 15 juta dosis vaksin jadi.

Menurut Verdi, hingga saat ini total vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi Gotong Royong yang sudah tersedia di Indonesia mencapai 5,5 juta dosis.

"Vaksinasi Gotong Royong adalah opsi tambahan mengakses vaksin bagi korporasi, baik karyawan maupun keluarga terkait untuk mendukung target vaksinasi nasional dua juta dosis per hari dan tercapainya herd immunity," tutur Verdi.

Verdi juga mengatakan vaksinasi Gotong Royong merupakan langkah efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena pembelian, pelaksanaan, dan pengiriman vaksin berasal dari dana mandiri Kimia Farma.

Dengan kedatangan vaksin ini, dia meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi karena ketersediaan vaksin yang dimiliki Indonesia cukup banyak.

Vaksin Covid 19 jenis Sinopharm tiba di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada Senin (19/7).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News