Minggu, 26 Mei 2019 – 00:22 WIB

Respons Pengamat Terhadap Komposisi Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat

Jumat, 22 Maret 2019 – 07:10 WIB
Respons Pengamat Terhadap Komposisi Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membentuk Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) melalui keputusan gubernur pada November 2018. Dalam tim yang dipimpin Rektor Unpad Tri Hanggono itu ada beberapa nama eks timses, adik kandung serta sepupu Ridwan Kamil.

Meski Ridwan Kamil memastikan timnya bekerja dengan maksimal dan profesional, namun banyak penilaian disampaikan sejumlah kalangan. Di antaranya pengamaat politik sekalaigus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.

Ujang Komarudin menilai adanya adik kandung dan sepupu Gubernur Jawa Barat tersebut masuk ke dalam Tim Akselerasi Pembangunan kuranglah begitu tepat.

“Itu merupakan bagian dari hak Ridwan Kamil tetapi sebaiknya dihindari karena banyak pihak melihat ini bagian dari nepotisme. Apabila tidak transparan akan memunculkan banyak persepsi terkait politik kepentingan bukan hanya di masyarakat tetapi pada internal pemerintahan yang dipimpin," terang Ujang di Jakarta, Kamis (21/3).

Meski Ridwan Kamil mengaku dapat bekerja secara profesional dalam membagi momentum antara profesi dan keluarga, namun Ujang mengingatkan agar hal tersebut dapat dihindari. Pasalnya, beberapa fakta lapangan hal tersebut sulit sekali terjalin.

"Apapun alasannya. Entah karena kemampuan adiknya RK yang dianggap mampu untuk bekerja di TAP. Tetap saja masyarakat akan memandang bahwa hal tersebut bagian dari praktik menyuburkan nepotisme," tuturnya.

Putra daerah asal Jawa Barat ini pun berharap, Gubernur Jawa Barat tersebut dapat memikirkan langkah solusi yang terbaik agar saat berjalannya TAP tersebut dapat maksimal tanpa ada kontroversi.

"Praktik-praktik yang mengarah ke nepotisme sebaiknya dihindari agar tidak ada konflik kepentingan. Kan bisa dicari yang lain yang lebih kompeten, berilah kesempatan," tegas Ujang.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar