Rezim Kudeta Myanmar Makin Jahat, Wartawan Asing pun Disikat

Rezim Kudeta Myanmar Makin Jahat, Wartawan Asing pun Disikat
Pengunjuk rasa menggelar aksi protes terhadap kudeta militer di Kota Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). Mereka menuntut pembebasan pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi. Foto: ANTARA/REUTERS/Stringer/wsj

jpnn.com, YANGON - Polisi Myanmar menangkap seorang wartawan lepas asal Jepang di tengah aksi protes antikudeta militer, Jumat (26/2). Ini merupakan penangkapan wartawan asing pertama sejak kudeta militer 1 Februari lalu.

Yuki Kitazumi, pemilik sebuah rumah produksi media dan mantan wartawan harian Nikkei, ditangkap pada Jumat pagi.

"Menurut saksi mata, ia dipukul di bagian kepala tetapi ia menggunakan helm sehingga tidak begitu membahayakan dirinya. Saya sudah menghubungi kedutaan besar dan belum mendengar informasi lebih lanjut," kata koleganya, Linn Nyan Htun, warga Myanmar, melalui akun Facebook.

"Saya tidak melihatnya, tetapi saya mendapat pesan darinya melalui aplikasi perpesanan sekitar pukul 11:30 waktu setempat bahwa ia ditangkap. Setelah itu komunikasi kami terputus," katanya kepada Reuters.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato saat konferensi pers mengatakan bahwa Jepang masih berupaya mengkonfirmasi fakta tersebut.

Kepolisian Myanmar tidak menanggapi untuk dimintai komentar.

Sementara, nomor telepon Kitazumi yang tertera di situs perusahaannya tidak dapat dihubungi.

Myanmar diguncang serentetan aksi protes sejak militer merebut kekuasaan dari pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan menahannya bersama sebagian besar pejabat tinggi negara. (ant/dil/jpnn)

Rezim kudeta Myanmar makin semena-mena dalam merespons demonstrasi yang terus meluas. Bahkan wartawan asing pun tidak aman


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News