Ribery: Tanpa Sepakbola, Saya Miskin dan Pengangguran

Ribery: Tanpa Sepakbola, Saya Miskin dan Pengangguran
Frank Ribery. FOTO: getty images

jpnn.com - MUENCHEN - Jika ditekuni dan diiringi dengan kerja keras, sepakbola terbukti mampu meningkatkan taraf hidup seseorang. Hal itulah yang diyakini gelandang Bayern Muenchen, Franck Ribery.

Pemain berusia 30 tahun tersebut sudah membuktikan, sepakbola bisa menghadirkan kemewahan. Namun, semuanya harus dilewati dengan pengorbanan besar. Ribery mengaku bersyukur karena usahanya tak sia-sia.

"Saya akan sangat miskin jika tidak bermain sepakbola. Mungkin, saya juga akan menjadi pengangguran," terang Ribery sebagaimana dilansir laman Bild, Kamis (19/12).

Ribery lantas menceritakan kehidupannya sebelum menjadi pesepakbola. Dia tumbuh di kawasan Boulogne yang merupakan daerah miskin. Kehidupan di Boulogne sangatlah menyedihkan. Mayoritas warganya berada di bawah garis kemiskinan.

Tapi, Ribery mendapat kesempatan emas bergabung di akademi Lille. Seiring sikap pantang menyerah dan kerja kerasnya, Ribery perlahan mulai mendapatkan karir cemerlang sebagai pesepakbola.

"Saya datang dari daerah yang sangat miskin. Saya harus melalui semuanya. Tempat di mana saya berasal orang-orangnya sangat miskin. Kini, ketika saya belanja, saya selalu mengingatkkan diri saya untuk bersyukur tentang apa yang sudah saya dapatkan," tegas mantan penggawa Marseille tersebut. (jos/jpnn)


MUENCHEN - Jika ditekuni dan diiringi dengan kerja keras, sepakbola terbukti mampu meningkatkan taraf hidup seseorang. Hal itulah yang diyakini gelandang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News