Ribuan Pengungsi Banjir Sakit

Ribuan Pengungsi Banjir Sakit
BANJIR - Memasuki hari ke-8, ribuan rumah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih terendam banjir akibat meluapnya Sungai Citarum. Foto: Fery Pradolo/Indopos.
KARAWANG - Banjir yang melanda Kabupaten Karawang selama lebih dari sepekan mulai membawa korban. Setelah sepekan korban banjir mengungsi, banyak yang menderita sakit. Meski suplai bantuan mengalir, kondisi pengungsian yang kurang sehat membuat banyak warga sakit. Bahkan, beberapa di antaranya pingsan dan harus mendapatkan perawatan lebih serius dari tim kesehatan.

Dari data yang didapat Radar Karawang (JPNN Group), hingga kemarin pengungsi yang sakit berjumlah 9.221 orang. Rinciannya, 2.694 gatal-gatal, ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) 2.033 orang, gastritis atau radang lapisan lambung (maag) 1.025 orang, myalgia (pegal-pegal atau nyeri otot) 638 orang, influenza 529, pusing 533, rematik 314, hipertensi 271, diare 302, penyakit mata 198, demam 255, luka ringan 93, scabies (penyakit kulit) 74, asma 28, typhoid (tifus) 5 orang, luka ringan 5 orang, dan penyakit lain 224 orang.

Yuli (32), pengungsi asal Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur, menceritakan bahwa udara di Gedung Juang yang menjadi tempat pengungsian sangat pengap dan panas. Hal ini membuat pengungsi menderita sakit. "Banyak yang mengeluh pusing-pusing dan mual. Kami tidak bisa apa-apa karena sibuk mencari makan dan menyelamatkan barang-barang yang tersisa di rumah," tuturnya.

Hal senada dikatakan Eti (54), warga Kelurahan Adiarsa Barat Kec. Karawang Barat, yang mengungsi di rumah susun, kondisi korban banjir di tempat pengungsian makin parah. Selain lambatnya bantuan logistik, kesehatan mereka terus menurun. "Untung, petugas kesehatan terus standby di sini," ujar wanita yang tinggal di pengungsian selama hari itu.

KARAWANG - Banjir yang melanda Kabupaten Karawang selama lebih dari sepekan mulai membawa korban. Setelah sepekan korban banjir mengungsi, banyak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News