JPNN.com

Ribuan Pohon dan Pelestarian Alam dari PDIP untuk Politik Lingkungan

Sabtu, 01 Februari 2020 – 22:04 WIB Ribuan Pohon dan Pelestarian Alam dari PDIP untuk Politik Lingkungan - JPNN.com
Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono bersama Kepala Baguna Pusat Max Rulano. Fathan S/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan akan menggelar penanaman ribuan pohon sekaligus penghijauan serentak secara nasional, pada Minggu (2/2) besok.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan alam, dan memastikan semangat PDIP dalam mengedepankan politik lingkungan. Kemudian, aksi prolingkungan ini sekaligus memperingati ulang tahun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

DPP PDIP sendiri akan memusatkan kegiatan penanaman dan penghijauan itu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan puluhan ribu bibit pohon untuk ditanam serta mendeklarasikan adanya satuan tugas yang mendukung kebersihan lingkungan, besok hari. 

"Kegiatan yang akan dilakukan 2 Februari 2020 adalah gerakan pencanangan Leuweung Padjajaran, dengan tema melestarikan hutan dan sungai sebagai simbol peradaban bangsa. Tentu saja ini masih menjadi rangkaian HUT partai tingkat nasional yang dilaksanakan di Jawa Barat," kata Ono di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Ciwidey, Kabupaten Bandung. 

Sejauh ini, pihaknya sudah menanam 150 jenis pohon, di mana 89 pohon merupakan endemik Indonesia dan sisanya pohon umum. Dia mengistilahkan bentuk penanaman itu sebagai Leuweung Padjadjaran dengan harapan masyarakat Jawa Barat menghargai identitasnya. 

Lebih lanjut kata Ono, PDIP telah menyiapkan 222.220 bibit pohon yang akan ditanam serentak di Daerah Aliran Sungai Citarum. Nantinya bibit itu dibagikan kepada para kader dan ditanam di sejumlah daerah di Jawa Barat, di antaranya Sumedang, Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat. 

"Dan di 17 Kabupaten Jawa Barat pun, kami akan menamam 24 ribu pohon. Dan tentunya ini merupakan gerakan gotong royong itu menjadi poin penting," jelas anggota Komisi IV DPR RI ini. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...