Riset Australia: Rokok Elektrik Lebih Efektif daripada Terapi Pengganti Nikotin

Riset Australia: Rokok Elektrik Lebih Efektif daripada Terapi Pengganti Nikotin
Ilustrasi. Rokok elektrik/vape. Foto Drake

jpnn.com - Riset yang membuktikan efektivitas rokok elektrik atau vape sebagai alat bantu berhenti merokok terus bertambah.

Terbaru, sebuah studi dari The University of Queensland, Australia, menyatakan bahwa rokok elektrik 50 persen lebih efektif daripada terapi pengganti nikotin (NRT) dalam membantu perokok konvensional yang ingin berhenti.

Studi pustaka ini menyaring lebih dari 5700 riset dan didanai oleh Pemerintah Australia.

Studi menemukan, 83 persen partisipan yang menggunakan rokok elektrik memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk berhenti merokok dibandingkan mereka yang disodorkan NRT. Selain itu, hanya 9 persen dari mereka yang melanjutkan penggunaan NRT.

"Rokok elektrik lebih efektif daripada produk NRT, karena rokok elektrik mengantarkan nikotin dengan jumlah sedikit untuk meringankan gejala putus obat. Selain itu, rokok elektrik juga memberikan pengalaman perilaku dan sensoris yang serupa dengan rokok konvensional," jelas Dr. Gary Chan dari National Centre for Youth Substance Use Research, The University of Queensland, Selasa (4/5).

Dikutip dari studi yang sama, sebagian besar pustaka yang diamati masih menggunakan rokok elektrik keluaran awal sebagai objek penelitian.

Ini artinya, ada kemungkinan rokok elektrik keluaran terbaru yang mampu mengantarkan nikotin dengan lebih efisien dapat lebih efektif dalam mengurangi keinginan pengguna kembali merokok.

Di dalam negeri, penemuan ini sejalan dengan riset Universitas Brawijaya yang dipublikasikan pada awal tahun lalu. Hasil riset itu menyatakan bahwa Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) dapat membantu mengurangi konsumsi rokok.

Riset yang membuktikan efektivitas rokok elektrik atau vape sebagai alat bantu berhenti merokok terus bertambah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News