JPNN.com

Rizal Ramli Pengin Bawa Rombongan Pakar untuk Periksa Data KPU

Jumat, 26 April 2019 – 03:48 WIB Rizal Ramli Pengin Bawa Rombongan Pakar untuk Periksa Data KPU - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Bekas Menkomaritim Rizal Ramli dan Said Didu terlibat perdebatan dengan mantan Ketua MK Mahfud MD di Twitter, Kamis (25/4). Mereka berbeda pendapat soal kinerja KPU RI sebagai penyelenggara Pilpres 2019.

Perdebatan berawal dari cuitan Mahfud menjelaskan sikapnya membela Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Kalau ada nanya dlm kapasitas apa sy menilai @KPU_ID benar, maka bs ditanya jg: dlm kapasitas apa @RamliRizal dan @msaid_didu menilai KPU salah? Kita bkn siapa2 tp sama2 ingin mengemukakan kebenaran. Trs yg benar yg mana?Itu nanti akan terbukti di hitung manual dan forum hukum," tulis Mahfud.

Cuitan Mahfud ini mendapat respon dari Said Didu yang bersikukuh kerja KPU amburadul sejak penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga proses penghitungan suara Pemilu 2019.

"Kapasitas saya sebagai rakyat yang ingin pemilu LUBER dan JURDIL sehingga mengkritisi kerja @KPU_ID yg jelas2 amburadul sejak penetapan DPT sampai perhitungan suara yg masih juga amburadul. Tapi Bpk lbh istimewa krn terlihat mudah sekali dpt akses ke @KPU_ID manual dan forum hukum," lanjut Said Dudi.

Masih menanggapi cuitan Mahfud, Said Didu mengajak ada baiknya sama-sama mengawasi pelaksanaan tugas KPU dalam Pemilu 2019 ini. Sebab fakta di lapangan menurut Said Didu, banyak kecurangan yang terjadi.

"Jangan dikaitkan dg hasil real count dulu, mari kita awasi pelaksanaan tugas @KPU_ID pada semua tahapan pelaksanaan pemilu. Jelas2 banyak kecurangan terjadi. Adalah sangat sulit menyatakan @KPU_ID sdh bekerja dg benar," respon Said Didu kepada Mahfud.

Dalam responnya, Rizal Ramli justru kembali menyindir pertemuan Mahfud dengan komisioner KPU pada Rabu (24/4) lalu.

"Mas @mohmahfudmd @saididu ,, klo saya diundang ke @KPU_ID ,, saya akan bawa rombongan ahli2 system analysis, IT, Statistics yang jago2 dan miliki acces ke Komputer KPU, baru saya berani simpulkan bahwa kesalahan KPU kecil. Klo ndak ora berani," tulis Rizal. (rmol)

Sumber RMOL.co

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...