JPNN.com

Rizal Ramli: Sri Mulyani Bebani Rakyat dengan Bunga Rp 151 T

Rabu, 28 Maret 2018 – 21:09 WIB Rizal Ramli: Sri Mulyani Bebani Rakyat dengan Bunga Rp 151 T - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rizal Ramli terus menyerang kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait utang negara. Menurutnya, inkompetensi Sri Mulyani telah membuat rakyat terpaksa menanggung beban bunga senilai USD 11 miliar atau sekitar Rp 151 triliun.

Menurut Rizal, Sri Mulyani gagal menegosiasikan bunga utang menjadi murah. Akibatnya, bunga utang yang diperoleh Indonesia tinggi.

"Dia terbitkan bond (surat utang) 42 miliar dolar, tapi hampir 11 miliar ekstra bunga yang harus masyarakat bayar. Saya minta Sri Mulyani tukar bond dengan pembiayaan yang lebih murah, karena harusnya Indonesia di bawah Thailand, Vietnam, dan Filipina," jelas Rizal seperti dilansir RMOL.co, Rabu (28/3).

Rizal menjelaskan bahwa kesalahan Sri Mulyani itu sudah dimulai saat masih menjabat menteri keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kala itu, Sri Mulyani menyepakati penerbitan utang kepada asing dengan bunga sekitar dua persen lebih tinggi dibandingkan yang diterbitkan negara-negara seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Atas alasan itu, Rizal menantang Sri Mulyani untuk berani menukar kembali surat utang luar negeri yang telah dikeluarkan Indonesia. Sehingga, bunga yang didapat lebih murah dan tidak menjadi beban rakyat.

Menurutnya, tantangan itu merupakan hal mudah lantaran peringkat surat utang Indonesia sudah jauh lebih baik.

Tidak cukup sampai di situ, Sri Mulyani juga ditantang lebih kreatif mencari sumber pendanaan.

Sri Mulyani, kata Rizal, harus bisa merestrukturisasi utang pemerintah dengan meminta negara-negara kreditur mengubah tenor utang dari jangka pendek ke jangka panjang.

Utang jangka pendek, jelas Rizal, sering memberikan tekanan kepada sektor keuangan.

"Jika berhasil, maka akan meningkatkan kestabilan keuangan dan juga dapat menurunkan tingkat bunga domestik," tegasnya. (ian/rmol)

Sumber RMOL.co

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...