Roda Berputar, Giliran Rupiah Paling Lemah di Asia Menghadapi Dolar AS

Roda Berputar, Giliran Rupiah Paling Lemah di Asia Menghadapi Dolar AS
Ilustrasi Kurs mata uang Dollar terhadap Rupiah. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di pasar spot Jakarta pada Selasa (12/5) pagi, terpaksa harus mengakui keperkasaan dolar AS.

Pada perdagangan pagi pukul 10:00 WIB, rupiah dibuka melemah 0,67 persen menjadi Rp 14.950.

Pelemahan tersebut juga menimpa sebagian besar mata uang Asia, tetapi mata uang Garuda jadi paling lemah di Asia berbanding lain dalam menghadapi penguatan dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan sentimen negatif terlihat masuk ke pasar keuangan pagi ini.

"Pasar mengkhawatirkan gelombang kedua kasus COVID-19 di negara yang melonggarkan lockdown," ujar Ariston.

Dari Tiongkok dilaporkan penambahan 15 kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan satu kasus positif. Senin (11/5) kemarin China juga sudah melaporkan adanya tambahan lima kasus baru.

Negara lain seperti Korea Selatan dan Jerman juga melaporkan penambahan kasus positif pasca pelonggaran lockdown.

"Sentimen negatif ini bisa mendorong pelemahan aset berisiko," kata Ariston.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di pasar spot Jakarta pada Selasa (12/5) pagi, terpaksa harus mengakui keperkasaan dolar AS.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News