Rumah Dadang Buaya si Preman Garut Disasar Bom Molotov, Polisi Gerak Cepat

Rumah Dadang Buaya si Preman Garut Disasar Bom Molotov, Polisi Gerak Cepat
Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro saat memeriksa tersangka Dadang Buaya terkait kasus dugaan penganiayaan, di Mapolres Garut, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA/Feri Purnama

jpnn.com - GARUT - Aksi teror berupa pelemparan bom molotov menyasar rumah Dadang Buaya di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dadang Buaya merupakan tersangka kasus premanisme, yang perkaranya sedang ditangani Polres Garut.

Pihak kepolisian setempat masih menyelidiki aksi teror bom molotov yang membuat anggota keluarga Dadang ketakutan dan terancam.

"Tentunya kami akan mendalami kasus ini," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan di Garut, Selasa (2/5).

Rio mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi adanya aksi teror pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal terhadap rumah tersangka hingga rumahnya nyaris terbakar pada Jumat (28/4) dini hari.

Kapolres menjelaskan, jajarannya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, dan menyelidik lebih lanjut untuk mencari dan menangkap pelaku teror itu.

Dikatakan bahwa jajarannya sudah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk secepatnya mengungkap aksi pelemparan bom molotov tersebut.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan sebanyak tiga orang, tentunya kami akan bertindak hati-hati," katanya.

Dadang Buaya si preman Garut sudah ditangkap dan jadi tersangka, rumahnya disasar bom molotov.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News