Rumah Dikepung, Nyali Bandar Narkoba Ciut

Rumah Dikepung, Nyali Bandar Narkoba Ciut
Rumah Dikepung, Nyali Bandar Narkoba Ciut

jpnn.com - PAMEKASAN – Imam, 29, warga Jalan Jokotole V, Pamekasan, akhirnya menyerah setelah dikepung polisi di rumahnya pada Minggu malam (22/6). Usahanya untuk melarikan diri berhenti setelah polisi mengeluarkan tiga tembakan peringatan. Sebelum menangkap Imam, polisi menangkap Jausi alias Uci, 27, dan Hendriyono, 28. Dari penangkapan dua orang itu diketahui jika Imam merupakan bandar narkoba di Pamekasan.

Informasi penangkapan bandar narkoba disampaikan Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman yang diwakili Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Siti Maryatun.

Dia menuturkan, beberapa jam sebelum membekuk Imam, polisi menangkap Hendriyono. Warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, tersebut ditangkap di pertigaan Jalan Raya Sentol.

Saat itu Hendriyono membawa tiga poket sabu-sabu (SS). Kepada polisi, Hendriyono menyatakan, SS tersebut dikonsumsi sendiri di rumah. Dia juga mengungkapkan bahwa barang haram itu diperoleh dari Uci. Polisi lantas menuju rumah Uci di Jalan Wahid Hasyim Pamekasan. Sayangnya, Uci tidak berada di rumah.

Namun, pengejaran terhadap Uci tidak berhenti di situ. Polisi melanjutkan pengejaran hingga akhirnya mendapati Uci berada di pinggir Jalan Agus Salim Pamekasan. Tanpa banyak bicara, polisi meringkus Uci saat itu juga.

Dari penangkapan Uci tersebut, bandar narkoba Imam terungkap. Kepada polisi, Uci mengaku, SS yang dijual ke Hendriyono diperoleh dari Imam. Menurut dia, barang haram itu dibeli seharga Rp 200.000 per poket.

’’Dengan berbekal pengakuan Uci, polisi langsung bergerak cepat menangkap Iman di rumahnya,’’ ungkap Maryatun. Penangkapan terhadap Imam berbeda dengan Hendriyono dan Uci. Kali ini penangkapan berlangsung alot. Bahkan, polisi harus mengepung rumah Imam.

Meski begitu, hasrat Imam untuk melarikan diri tetap besar. Bahkan, Imam sempat berupaya melarikan diri melalui atap rumah. Namun, usaha tersebut berhasil diketahui jajaran satreskoba yang sudah siap menyergap. Polisi juga mengeluarkan tembakan peringatan.

PAMEKASAN – Imam, 29, warga Jalan Jokotole V, Pamekasan, akhirnya menyerah setelah dikepung polisi di rumahnya pada Minggu malam (22/6).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News