Rusia Bom Persembunyian Warga Sipil Ukraina, Banjir Darah

Rusia Bom Persembunyian Warga Sipil Ukraina, Banjir Darah
Pemandangan gedung tempat tinggal yang hancur pada serangan Rusia di Ukraina di kota Irpin, luar Kyiv, Ukraina, Jumat (29/4/2022). Gambar diambil menggunakan drone. REUTERS/Valentyn Ogirenko/WSJ/djo (REUTERS/VALENTYN OGIRENKO)

jpnn.com, KIEV - Dua orang tewas dan 60 orang lainnya yang masih berada di reruntuhan dikhawatirkan juga tewas setelah Rusia mengebom sebuah sekolah di desa Bilohorivka, Ukraina, kata Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai, Minggu.

Gaidai mengatakan Rusia menjatuhkan bom pada Sabtu malam di sekolah tersebut, tempat berlindung bagi sekitar 90 orang, sehingga bangunan itu hangus terbakar. Sebanyak 30 orang telah diselamatkan.

"Api berhasil dipadamkan setelah hampir empat jam, kemudian reruntuhan dibersihkan dan sayangnya, jasad dua orang ditemukan," tulis Gaidai di unggahan aplikasi perpesanan Telegram.

"Kemungkinan 60 orang tewas di bawah reruntuhan."

Gaidai juga mengatakan bahwa menurut informasi awal, penembakan di desa Shypilovo merusak sebuah rumah dan 11 orang masih terjebak di puing-puing bangunan.

Reuters tidak dapat memverifikasi langsung laporan tersebut dan belum ada tanggapan dari Rusia. (ant/dil/jpnn)

Rusia untuk kesekian kalinya menjatuhkan bom di tempat warga sipil Ukraina bersembunyi


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News