Rusia Makin Terpojok, Bu Sri Sebut Ini Permintaan Anggota G20

Rusia Makin Terpojok, Bu Sri Sebut Ini Permintaan Anggota G20
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan aspirasi soal konflik Rusia versus Ukraia yang muncul dalam pertemuan menkeu dan gubernur bank sentral negara G20 di Washington. Foto: Ricardo/JPNN.com

Indonesia terus berdiskusi dengan seluruh negara anggota untuk menemukan jalan keluar dari berbagai risiko ekonomi global yang tidak hanya datang dari perang di Ukraina melainkan juga belum selesainya pandemi.

Exit strategy dibutuhkan karena saat ini berbagai negara mengalami ancaman inflasi yang tinggi serta kenaikan harga energi dan pangan yang akan semakin menciptakan situasi menantang bagi para pembuat kebijakan.

Menurutnya, anggota G20 khawatir adanya tekanan inflasi yang mengarah kepada beberapa bank sentral menaikkan suku bunga kebijakan yang mengakibatkan pengetatan likuiditas global lebih cepat dari yang diharapkan.

Oleh sebab itu, tingkat kebijakan yang lebih tinggi menjadi fokus untuk memenuhi komitmen terkait exit strategy yang dikalibrasi, direncanakan dan dikomunikasikan dengan baik dalam rangka mendukung pemulihan serta mengurangi potensi dampak spillover.

Tak hanya untuk mengatasi dampak perang di Ukraina, Sri Mulyani mengatakan tindakan kolektif dan terkoordinasi juga dilakukan untuk mengendalikan pandemi yang tetap menjadi prioritas bagi G20.

Seperti diketahui, desakkan agar Presidensi G20 Indonesia membahas invasi Rusia disuarakan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang memang mendukung Ukraina dalam konflik tersebut.

Di sisi lain, Rusia dan China meminta Indonesia mengabaikan aspirasi Barat dan tetap konsisten menjalankan tiga agenda awal yang telah ditetapkan. (ant/dil/jpnn)

Menkeu RI Sri Mulyani menyampaikan aspirasi yang muncul dalam pertemuan menkeu dan gubernur bank sentral negara G20 di Washington. Rusia pasti kecewa


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News