Rusia Serang Rumah Sakit, WHO Berang, Kumpulkan Bukti Kejahatan Perang

Rusia Serang Rumah Sakit, WHO Berang, Kumpulkan Bukti Kejahatan Perang
Dokter Anatolii Pavlov mengambil gambar rumah sakit jiwa yang rusak akibat terkena serangan militer Rusia ke Ukraina di Mykolaiv, Ukraina, Selasa (22/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Nacho Doce/aww

jpnn.com, KIEV - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berang dengan serangan yang dilancarkan Rusia mengincar fasilitas rumah sakit di Ukraina.

WHO kini mengumpulkan bukti-bukti kejahatan perang terhadap serangan pada fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang dilancarkan Rusia.

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengatakan serangan terhadap fasilitas tersebut telah didokumentasikan.

Direktur Kedaruratan WHO Mike Ryan dalam kunjungan bersama Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat konferensi pers mengatakan para pihak yang bertikai dilarang mengincar fasilitas kesehatan.

WHO telah mendokumentasikan ada 200 serangan terhadap rumah sakit dan klinik di Ukraina.

"Serangan yang disengaja terhadap fasilitas kesehatan adalah pelanggaran hukum kemanusiaan internasional."

"Dengan demikian, berdasarkan investigasi dan kaitan serangan, merupakan kejahatan perang dalam kondisi apa pun."

"Kami terus mendokumentasikan sekaligus menjadi saksi atas serangan-serangan ini."

Rusia menyerang sejumlah rumah sakit di Ukrania, WHO berang hingga kemudian mengumpulkan bukti kejahatan perang.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News