Minggu, 21 Juli 2019 – 02:56 WIB

Saat Ini Waktu yang Tepat Bagi Prabowo Membuka Kasus Penculikan Aktivis '98

Selasa, 11 Juni 2019 – 16:23 WIB
Saat Ini Waktu yang Tepat Bagi Prabowo Membuka Kasus Penculikan Aktivis '98 - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendorong Prabowo Subianto berbicara kasus penculikan aktivis 1998 yang dituduhkan kepadanya. Terlebih, saat ini media kembali mengungkap ihwal keberadaan Tim Mawar, dan dikaitkan dengan kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta.

Fahri lewat akun Twitter @Fahrihamzah mengatakan bahwa sekarang inilah saatnya mantan Danjen Kopassus TNI AD itu untuk berbicara mengungkap semuanya, setelah 21 tahun diam.

"Kalau saya jadi pak @prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal2 yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR pak prabowo," kata Fahri dalam akun Twitter-nya sebagaimana dilihat JPNN.com, Selasa (11/6).

BACA JUGA: Fahri Hamzah Khawatir dengan Masa Depan Kebebasan

Fahri menyarankan sebaiknya Prabowo mengundang media dalam dan luar negeri, untuk berbicara mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

"Sebab kisah #TimMawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang MK itu membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari @prabowo padahal beliau figur yang penting dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar," lanjut Fahri.

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menyarankan orang dekat, termasuk yang dianggap menjadi korban ikut memberi keterangan. Meski demikian, ujar Fahri, publik juga perlu mendengar langsung dari Prabowo.

"Buat orang2 yang dekat dengan @prabowo, termasuk yang dianggap menjadi korban seperti Andi Arief, Pius, DESMON, dll yang masih hidup dapat ikut memberi keterangan. Tapi, publik perlu mendengar langsung dari prabowo yang mendapat fitnah paling banyak. Menurut saya ini waktunya," paparnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar