Saat Kampanye sebut 7 Persen, kini...

Saat Kampanye sebut 7 Persen, kini...
Saat Kampanye sebut 7 Persen, kini...

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menambahkan bahwa pihaknya saat ini memang mematangkan angka-angka yang akan digunakan sebagai asumsi makro untuk pembahasan RAPBN 2016 dengan DPR. ”Termasuk pertumbuhan ekonomi yang menjadi indikator utama,” ujar dia.

Askolani mengakui, pada awalnya pemerintah sempat mematok target pertumbuhan ekonomi di angka 6,3–6,9 persen pada 2016. Namun, melihat berbagai perkembangan ekonomi nasional dan global sepanjang empat bulan pertama pada 2015, pemerintah menurunkan target proyeksi menjadi 6,0–6,6 persen.

”Tantangannya ada di perekonomian global, termasuk harga komoditas yang belum membaik,” papar dia.

Selain target pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga sudah menyiapkan proyeksi asumsi makro pada 2016. Yakni, laju inflasi 3–5 persen, tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan 4–6 persen, nilai tukar rupiah 12.700–13.100 per USD, harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD 60–80 barel, serta lifting minyak 830–850 barel per hari dan gas 1,1 juta–1,2 juta barel setara minyak per hari.

”Ini angka awal. Bisa saja nanti direvisi sesuai perkembangan terbaru sebelum presiden menyampaikan draf RAPBN 2016 ke DPR Agustus mendatang,” jelas Askolani.

Sebelumnya, ekonom utama Bank Dunia di Indonesia Ndiame Diop menyebutkan, target pertumbuhan ekonomi yang disusun pemerintah saat ini kurang realistis. Menurut dia, dengan kondisi global seperti saat ini, mengejar target 5,7 persen pun sudah sangat sulit.

Bahkan, Bank Dunia hanya memproyeksi ekonomi tahun ini maksimal tumbuh di kisaran 5,2 persen. ”Tapi, dalam kondisi global saat ini, (ekonomi tumbuh) 5,2 persen itu tidaklah buruk,” ujarnya. (owi/c11/sof)

 


JAKARTA – Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) ketika masa kampanye pilpres mematok target pertumbuhan ekonomi 7 persen.  Target


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News