Saat Kecil Nyaris Tenggelam di Sungai, Belakangan Bikin Marinir Geleng-geleng

Saat Kecil Nyaris Tenggelam di Sungai, Belakangan Bikin Marinir Geleng-geleng
Catrine “Karin” Kalalo, Mantan Atlet Renang dan Selam. Foto: Ist/ Sumatera Ekspres

Cerita paling spesial ketika dirinya berhasil menaklukan Selat Sunda. Event-nya bertajuk “Lintas Selat Sunda 96 (LSS-96)”, terkait HUT Korps Marinir ke-51. 

Saat itu, Jumat (25/10/1996) pukul 03.00 dini hari WIB dengan start dari Dermaga Bakaueheni, Lampung.  Ada 72 atlet yang didominasi marinir, ikut “nyemplung” untuk melintas Selat Sunda. 

Di antara para marinir tersebut, ada empat atlet perempuan. Salah satunya Karin. Usianya saat itu 17 tahun. Kemampuannya ketika itu bikin para marinir geleng-geleng kepala. Karin berhasil berenang sejauh 26 mil atau sekitar 42 km, menaklukkan Selat Sunda. 

Hebatnya, jarak tersebut dia tempuh dalam waktu 9 jam, 4 menit. Hanya kalah 17 menit dari Pratu (marinir) Tayuri dari Brigade Infantri II Jakarta yang menjadi juara LSS-96. Tapi, komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Suharto saat itu, menyebut Karin-lah sebagai juaranya. Sedangkan juara ke-3, ditempati Sertu (Mar) Sukirno Hadi dari Markas Komando Korps Marinir Jakarta. 

LSS-96 tersebut, awalnya akan diikuti 180 peserta. Tapi, hanya 72 saja yang memenuhi syarat. Terutama daya tahan fisik dan mental. Ini sangat spesial. Sebab, Karin yang sama sekali tidak punya back ground tentara (militer), justru mampu mengalahkan atlet pria yang didominasi marinir tersebut. 

Termasuk seorang marinir berpangkat kolonel dari  The Royal Australian Navy (RAN)-Angkatan Laut Australia. Sebuah “wing” diperoleh Karin.  Bahkan, dia mendapat hadiah khusus dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang saat itu dijabat Laksamana Arief Koeshariadi. 

“Saya dapat jam tangan dari KSAL. Sebelum lomba, KSAL memang menjanjikan kenang-kenangan khusus bagi atlet wanita yang jadi juara,” kenang Karin, yang ketika itu tergabung dalam Klub Renang Bhayangkara pimpinan Kasat Polair Polda Sumbagsel Letkol Drs Syafei Aksal.

Sebenarnya, kata Karin, lebar Selat Sunda yang harus dilalui pada LSS-96 hanya 18 mil. “Tapi, karena kami harus berenang melambung (mengubah arah untuk menghindari terseret arus, red), maka jarak yang ditempuh menjadi 26 mil,” lanjutnya. 

DI masa kejayaannya, Catrine Kalalo pernah “mengalahkan” marinir dalam Lintas Selat Sunda 96. Prestasi dari SEA Games hingga CMAS Asia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News