Saat Kejadian, Sylvi Mengaku Sedang Pendidikan Lemhanas

Saat Kejadian, Sylvi Mengaku Sedang Pendidikan Lemhanas
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Sylviana Murni (pakai jilbab) menyelesaikan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI tahun anggaran 2014-2015, Jumat (20/1) pukul 15.30 WIB. Fathan Sinaga/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni selesai menjalani pemeriksaan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada pukul 15.40, Senin (30/1).

Usai menjalani pemeriksaan, Sylvi mengaku hanya diminta keterangannya terkait pembangunan Masjid Al-Fauz di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Sylvi menerangkan, pembangunan masjid saat ia menjabat Wali Kota Jakarta Pusat. Pembangunan masjid pun berlangsung sejak Januari 2010 sampai Oktober 2010.

"Namun, saat itu pada 26 Januari sampai 29 September 2010 atau sembilan bulan saya ditugaskan ikut pendidikan Lemhanas," kata dia di kantor sementara Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Senin (30/1).

Meski begitu, Sylvi mengaku meneken rancangan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Masjid Al-Fauz untuk dialokasikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2010.

Setelah itu, anggaran pun mengalir senilai Rp 27 miliar.

"Setelah itu saya tidak kembali jadi Wali Kota. (Usai pendidikan Lemhanas), langsung diangkat jadi asisten pemerintahan," kata dia.


Sylvi menegaskan, tidak mengetahui perkembangan pembangunan masjid karena mengenyam pendidikan di Lemhanas RI.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni selesai menjalani pemeriksaan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada pukul 15.40,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News