Saatnya Merombak Orang-Orang di Sekeliling Presiden Jokowi

Saatnya Merombak Orang-Orang di Sekeliling Presiden Jokowi
Ilustrasi - Presiden Jokowi bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Berbagai kritik publik mengarah ke isu dan aktivitas presiden atau lembaga di sekitar kepresidenan akhir-akhir ini yang dinilai tidak menunjukkan kinerja yang tepat.

Mulai dari kiprah para Staf Khusus Presiden Milenial yang tidak produktif, termasuk fungsi juru bicara yang lemah, manuver politik Kepala Staf Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang dianggap diluar dari fokus utama kerjanya saat terlibat konflik internal Partai Demokrat, sampai kehadiran Presiden menjadi saksi di acara pernikahan selebritis.

Dalam forum diskusi online, Pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman mengatakan keterlibatan Kepala KSP Moeldoko dalam polemik kepemimpinan Partai Demokrat memberikan implikasi negatif bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, Kantor Staf Kepresidenan merupakan lembaga yang berada dibawah Presiden sehingga seharusnya tidak memiliki konflik kepentingan politik partisan.

“Sebaiknya Pak Moeldoko mengundurkan diri atau dipindah ke kementerian lain. KSP sebaiknya dibuka untuk kepemimpinan baru yang lebih fokus bekerja mengawal program-program prioritas Presiden”, ujar doktor politik alumni Murdoch University, Australia ini.

Sejauh ini, tambah Airlangga, kinerja KSP juga tidak memberikan kontribusi yang cukup baik. KSP seharusnya mampu memberikan masukan sebagai pertimbangan strategi yang harus dilakukan oleh presiden sesuai dengan agenda besar yang dihadapi.

“Misalnya KSP seharusnya fokus melakukan monitoring dan evaluasi program penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional sebagai agenda prioritas presiden. Namun pekan kemarin, Presiden malah kok menghadiri pernikahan selebriti yang kemudian menimbulkan persepsi publik dan munculnya berbagai pertanyaan prioritas pemerintahan saat ini,” jelas Airlangga.

Hal senada diungkapkan oleh pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjajaran, Fajar Arif Budiman. Ia mengatakan inilah momentum yang tepat bagi Presiden Jokowi untuk membenahi dan memperkuat berbagai lembaga dan personil staf kepresidenan.

Pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman mengatakan keterlibatan Kepala KSP Moeldoko dalam polemik kepemimpinan Partai Demokrat memberikan implikasi negatif bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News