JPNN.com

Sabam Sirait: Indonesia Butuh Sosok seperti Gus Dur

Sabtu, 24 Desember 2016 – 15:09 WIB
Sabam Sirait: Indonesia Butuh Sosok seperti Gus Dur - JPNN.com
Politikus senior Sabam Sirait dan Ny Sinta Nuriyah Wahid (duduk di kanan) dalam acara haul ketujuh Kh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) malam. Foto: RMOL/JPG

JPNN.Com - Politikus senior PDI Perjuangan Sabam Sirait menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan sosok seperti KH Abdurrahman Wahid. Menurutnya, tokoh besar yang lebih kondang disapa dengan panggilan Gus Dur itu benar-benar mencintai Indonesia dari Sabang sampai Merauke secara utuh.

Sabam mengatakan hal itu saat hadir pada acara haul atau peringatan wafatnya Gus Dur yang ketujuh di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) malam. Politikus yang juga tercatat sebagai pendiri PDI dan PDI Perjuangan itu mengetahui pikiran-pikiran Gus Dur tentang Indonesia karena memang berkawan dan sering berdiskusi.

Menurut Sabam, Presiden RI Keempat itu tidak pernah membedakan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Gus Dur, kata Sabam, mencintai Aceh yang mayoritas penduduknya muslim sebagaimana mencintai tanah Papua yang mayoritas masyarakatnya Kristen.

"Kita butuh sosok yang mencintai Indonesia setiap jengkal tanah yang ada di Indonesia, bukan hanya satu wilayah saja. Gus Dur mengajarkan itu semua pada kita," ujar Sabam.

Di acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal Gator Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu Sabam juga menceritakan soal Gus Dur yang sangat haus ilmu pengetahuan. Gus Dur, sambung Sabam, tidak hanya belajar ilmu agama tetapi juga hal-hal lainnya yang membawa manfaat bagi kemanusiaan.

Karenanya Sabam pun mengharapkan generasi Indonesia mendatang juga meniru sosok Gus Dur. “Agar generasi bangsa ini mencontoh Gus Dur menjadi generasi yang cinta ilmu," tuturnya.

Yang juga tak luput dari catatan Sabam tentang Gus Dur adalah soal kesederhanaan. Sabam pun takjub dengan kesederhanaan Gus Dur sebagai tokoh besar yang terbawa hingga meninggal dunia.

"Bahkan, setelah meninggal pun, Gus Dur adalah seorang yang sederhana. Saat saya berkunjung ke Jombang, makam Gus Dur, juga ayah dan kakeknya sangat sederhana," tutur ayah dari politikus PDIP Maruarara Sirait itu.

Sumber RMOL/JPG

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...