JPNN.com

Sahroni Geram Menkumham Sebut Anak Tanjung Priok Pelaku Kejahatan

Kamis, 16 Januari 2020 – 22:12 WIB
Sahroni Geram Menkumham Sebut Anak Tanjung Priok Pelaku Kejahatan - JPNN.com
Ahmad Sahroni. Foto: Humas DPR

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly tidak menggeneralisasi suatu daerah seperti Tanjung Priok ataupun wilayah lain dengan kriminalitas.

Legislator dari dapil DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu) itu mengingatkan Yasonna agar lebih berhati-hati memberikan pernyataan sebagai pejabat publik.

"Pak Yasonna harus lebih bijak dalam menyampaikan statement, karena beliau ini kan Menkumham, pernyataan seperti ini kurang cakap muncul dari seorang Menkumham. Memang benar banyak kriminal muncul dari wilayah yang miskin, namun beliau tidak boleh generalisasi. Tidak semua anak Tanjung Priok seperti itu,” kata Sahroni.

Terlahir dari Tanjung Priok, Sahroni menegaskan dirinya tidak menjadi preman ataupun pelaku tindak kriminal. Dia menegaskan meskipun terlahir dan tumbuh besar di lingkungan keras tidak membuatnya terjerumus ke hal-hal negatif.

“Saya berasal asli dari Tanjung Priok, lahir dan besar di sini dengan kawasan daerah preman, namun hal ini bukan berarti saya preman. Jadi tidak bisa digeneralisasi atas asal daerahnya, tetapi balik lagi ke individunya masing-masing. Menkumham jangan menggeneralisir anak Priok pelaku kejahatan,” kata Sahroni.

Ia menceritakan, pada masa lalu Jakarta Utara, khususnya Tanjung Priok memang lekat dengan premanisme dan kejahatan lain seperti narkoba. Namun, tegas Sahroni, kondisi saat ini tidak serta merta bisa disamakan dengan masa lalu.

“Kalau dulu kami berjalan di kawasan Priok malam hari selalu merasa khawatir. Sekarang peredaran narkoba, kriminalitas berkurang jauh. Jajaran Polri terus menindak pelaku kejahatan dan menciptakan kamtibmas di kawasan Priok,” ucap Sahroni.

Bendahara Umum Partai NasDem ini mengatakan, Tanjung Priok seharusnya tidak lagi lekat dengan premanisme. Keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok, tepatnya Jakarta International Container Terminal (JICT), yang sejak Februari 2019 lalu menjadi pelabuhan pertama Indonesia yang bisa melayani transshipment internasional menjadikan Priok sebagai penopang utama perekonomian. Bukan hanya Jakarta, tetapi Indonesia secara keseluruhan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
rama