Salah Paham Akibat Papan Proyek Tulisan Mandarin

Salah Paham Akibat Papan Proyek Tulisan Mandarin
Warga Desa/Kecamatan Mantingan, Ngawi memblokir tol Solo-Kertosono dengan beton gorong-gorong, kemarin (10/7). Foto: Loditya Fernandez/Radar Ngawi/JPNN.com

Konfirmasi dilakukan pada Andre So, koordinator dari Indonesia-Tiongkok Culture Center (ITCC).

Menurut Andre, yang tertulis di papan proyek berbahasa Mandarin itu hanyalah informasi formal.

"Kalau di-translate sama persis seperti papan proyek yang berbahasa Indonesia," katanya.

Jawa Pos memang mengirimkan dua foto kepada Andre. Satu papan proyek berbahasa Mandarin, satu lagi bahasa Indonesia.

"Hanya tulisan nama mandor, tanggung jawab, jarak panjang jalan, dan lainnya," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, proyek tol Solo-Kertosono memang digarap bersama (join operations).

Pengerjaan proyek itu dilakukan Wika, Pembangunan Perumahan (PP), dan China Road Bridge Corporation (CRBC).

Proyek jalan tol sepanjang 177,12 km itu ditargetkan bisa beroperasi pada 2018. (gun/c10/fat/jpnn)


Foto dengan papan dengan tulisan mandarin diunggah ke Facebook dan menuai kontroversi.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News