Salah Sendiri

Salah Sendiri
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Badan itu dibentuk hampir 20 tahun lalu. Yakni setelah pasar modal kecolongan besar-besaran oleh perusahaan Amerika sendiri: Enron Corp.

Baca Juga:

Lahirnya UU baru kali ini  kelihatannya berangkat dari asumsi bahwa sistem akuntansi di perusahaan Tiongkok tidak seketat perusahaan Amerika –pasca Enron. Namun asumsi itu harus diuji –apakah benar begitu.

Oleh karena itu lahirnya UU baru tersebut tidak langsung berlaku sekarang. Amerika memberi waktu transisi tiga tahun.

Itulah sebabnya mengapa UU baru tersebut tidak otomatis membuat saham perusahaan Tiongkok rontok. Saham Alibaba, misalnya, hanya turun 1 persen. Yang lain-lain turun tidak sampai 1 persen.

Memang tenggat waktu yang diberikan sangat cukup. UU tersebut tidak langsung berlaku sekarang. Biarpun, misalnya, Trump mengesahkannya hari ini.

Waktu tiga tahun untuk  perusahaan-perusahaan itu sangat cukup. Untuk bisa  membenahi diri.

Juga untuk menyiapkan jalan keluar. A) Apakah akan pilih menaati sistem akuntansi yang ditetapkan. B) Apakah akan pindah ke pasar modal di negara lain, misalnya Hong Kong. C) Apakah akan go private.

Alibaba, misalnya, memilih untuk taat aturan akuntansi di sana. Pun selama ini Alibaba merasa sudah menuruti sistem itu.

Amerika tidak mau kecolongan: perusahaan Tiongkok menggarong pasar modal Amerika lewat atur-atur pembukuan. Maka prinsip akuntansi yang sehat harus ditegakkan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News