Salah Sendiri

Salah Sendiri
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Tentu masih terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawab. Misalnya kalau mereka nanti dicoret dari pasar modal. Bagaimana nasib para pembeli sahamnya.

Demikian juga kalau ada yang go private. Bagaimana caranya. Bisa jadi tetap saja perusahaan Tiongkok itu yang untung.

Bagi mereka selalu saja ada jalan menuju laba. Tiongkok sendiri, sebagai negara, juga sudah mengantisipasinya.

Tahun lalu Disway sudah menulis lahirnya jenis bursa saham baru di Shanghai. Yang disebut STAR Board.

Perusahaan-perusahaan anak muda di Tiongkok bisa IPO di STAR Board. Khususnya perusahaan bidang teknologi tinggi. Yang mereka itu dulunya antre IPO di Nasdaq, New York.

Persyaratan di STAR Board pun sangat mudah. Tidak harus sudah dua tahun laba. Masih rugi pun boleh. Bahkan perusahaannya belum beroperasi pun bisa.

Mereka bisa mendapatkan modal dari pasar saham STAR Board. Tanpa bunga, tentunya.

Satu-satunya aturan adalah: orang biasa, yang belum berpengalaman membeli saham di pasar modal, dilarang membeli saham di STAR Board. Takut tertipu. Mereka dianggap belum tahu bagaimana memahami laporan perusahaan yang masih baru.

Amerika tidak mau kecolongan: perusahaan Tiongkok menggarong pasar modal Amerika lewat atur-atur pembukuan. Maka prinsip akuntansi yang sehat harus ditegakkan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News