Sapwadi si Pemuda Kreatif, Mulai Banjir Orderan

Sapwadi si Pemuda Kreatif, Mulai Banjir Orderan
Syamsul Sapwadi memanfaatkan botol plastik untuk membuat lampu tidur. Foto: ROJAI/LOMBOK POST

jpnn.com - Syamsul Sapwadi merupakan sosok pemuda kreatif. Lampu hias dan belajar karyanya banjir orderan pascagempa.

ALI ROJAI, Mataram

SAMPAH menjadi permasalahan utama di Kota Mataram belakangan ini. Namun, tidak bagi Syamsul Sapwadi. Pemuda dari pelosok Kota Mataram pintar melihat peluang. Ia menjadikan sampah atau barang bekas sebagai barang yang memiliki nilai ekonomis.

Berkreasi dan selalu berinovasi merupakan ciri khas pemuda asal Gontoran, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, NTB, ini. Keuletan pemuda ramping ini menghasilkan karya luar biasa.

Sap, panggilan akrabnya, menyulap limbah bangunan berupa paralon dan kaleng bekas menjadi lampu yang memanjakan mata dan sedap dipandang.

Menurut Sap, idenya membuat lampu tidur dan lampu belajar berbahan limbah karena ada gudang barang rongsongkan di tempat tinggalnya. Ia pun menuangkan imajinasinya ke dalam paralon dan kaleng tak terpakai tersebut.

Limbah itu kemudian ia potong-potong dengan panjang sekitar 30 centimeter, lima centimeter, dan sebagainya. Tergantung ukuran dari pemesan.

Setelah terpotong, kata dia, bagian tengah dari kedua buah botol tersebut dirapikan potongannya. Kemudian keduanya dilem sampai benar-benar kuat. Setelah kap selesai, tinggal memasang lampu beserta dudukannya.

Di tangan Syamsul Sapwadi, barang bekas alias sampah bisa menjadi benda yang punya nilai ekonomis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News