Satu Keluarga Dihajar Tsunami saat Mancing di Tengah Laut

Satu Keluarga Dihajar Tsunami saat Mancing di Tengah Laut
Kecamatan Sumur, Pandeglang jadi lokasi yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12). Foto: RAKA DENNY/JAWAPOS

"Kami semuanya tergulung ombak, hingga terdampar di posisi terakhir di Pulau Popole. Setelah saya sadar, saya langsung mencari anak-anak. Alhamdulillah semuanya selamat," ucapnya.

Para korban selamat itu mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya, karena benturan-benturan benda yang turut tergulung ombak. Setelah mencoba berkeliling, pulau itu ternyata tidak berpenghuni.

Pulau yang masih lebat dengan hutan itu memaksa keluarga itu harus berenang menuju Pantai Labuan. Hal tersebut dijelaskan oleh menantu Iik, Ujang yang masih mengingat kuat kejadian memilukan tersebut

Ujang menyebut bahwa rombongannya berkeliling dan berada di pulau kosong itu hingga Minggu (23/12) pukul 02.00 WIB. Berbekal potongan kayu dan benda yang mengapung, kesembilan orang itu pun berenang mengarah ke benteng milik PLTU Labuan.

"Enggak ada bantuan, saya bisa ke darat itu maksain aja, berenang bareng-bareng. Sampai sempat putus harapan dan pasrah saat terombang-ambing," ujarnya sedih sambil meneteskan air mata.

Namun, karena tekad untuk tetap selamat bersama keluarganya, mereka pun akhirnya sampai ke benteng PLTU. Meski masih lelah dan kesakitan, Ujang dan sanak saudaranya itu berjalan kaki menuju keramaian.

Sesampainya di Pantai Labuan, Iik dan yang lainnya langsung menuju rumah ibunya yang telah khawatir menunggu kabar. Setelah rehat sejenak dan berkumpul di rumah, Iik memutuskan untuk segera kembali ke Purwakarta.

"Kami langsung pulang ke Purwakarta karena takut dan trauma ada tsunami susulan. Meski badan masih sakit dan lemas ketakutan," ucapnya.

Iik dan keluarganya digulung tsunami Banten saat sedang memancing di tengah laut, terdampar di pulau tanpa penghuni.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News